Senin, 30 November 2015

Berikan contoh Laporan Penelitian Kuantitatif?

Contoh Format Laporan  Penelitian Kuantitatif
Bab I. Pendahuluan
Bab ini berisi latar belakang penelitian, identifikasi masalah, pembatasan masalah, perumusan masalah, tujuan penelitian, manfaat penelitian, dan batasan istilah (bila diperlukan) dengan pengertian berikut ini.

  1. Latar belakang penelitian berisi penjelasan secara argumentatif bagaimana penelitian sampai pada keputusan untuk melakukan penelitian (sesuai dengan topik yang tertera dalam judul penelitian), dengan menunjukkan adanya masalah dan signifikansi penelitian.
  2.  Identifikasi masalah berisi rumusan masalah yang relevan dengan judul penelitian
  3.  Pembatasan masalah memuat pernyataan peneliti tentang ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan dengan mempertimbangkan aspek-aspek metodologis, kelayakan di lapangan dan keterbatasan yang ada pada peneliti tanpa mengorbankan kebermaknaan, konsep, atau judul penelitian
  4.  Perumusan masalah berisi rumusan permasalahan penelitian yang berwujud kalimat pernyataan atau pertanyaan dan dapat dibagi atas beberapa subpermasalahan
  5. Tujuan penelitian berupa pernyataan tentang target penelitian
  6.  Kegunaan atau manfaat penelitian berisi penjelasan tentang kegunaan atau manfaat hasil penelitian bagi pihak tertentu, baik yang bersifat teoritis maupun praktis


7. Batasan istilah berisi batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian agar antara peneliti dan pembaca memiliki pemahaman atau persepsi yang sama.
Bab II Kajian Teori
Bab ini berisi deskripsi teori, penelitian yang relevan, kerangka pikir dan pengajuan hipotesis atau alternatifnya, dengan pengertian sebagai berikut.

  1. Deskripsi teori merupakan penjelasan tentang teori yang relevan   dengan masalah penelitian agar diperoleh suatu legitimasi konseptual. Unsur-unsur suatu teori hendaknya tampak jelas, misalnya definisi dan asumsi.
  2. Penelitian yang relevan berisi kajian berbagai hasil penelitian orang lain yang relevan dengan masalah penelitian. Subbab ini dapat dijadikan satu dengan sub bab deskripsi teori di atas
  3.  Kerangka pikir berupa uraian tentang pola hubungan antarubahan atau antarkonsep yang akan digunakan untuk menjawab masalah penelitian.
  4.  Pengajuan hipotesis berisi rumusan hipotesis penelitian yang disusun berdasarkan kerangka pikir yang telah dibuat. Hipotesis dirumuskan secara rinci, jelas, singkat, dan lugas serta mengikuti aturan atau kebiasaan dalam penelitian. Bab ini tidak harus diberi judul kajian teori, tetapi dapat diberi judul sesuai dengan topik tujuan. Bab ini secara fleksibel bisa disusun menjadi beberapa subbab sesuai kebutuhan.


Bab III. Cara Penelitian
Bagian ini berisi desain penelitian, variabel penelitian, subjek penelitian, pengumpulan data, teknik analisis data, hipotesis statistik, dan definisi operasional.

  1.  Desain penelitian berupa penjelasan tentang rancangan penelitian, mulai dari jenis penelitian sampai pada penjelasan tentang ciriciri jenis penelitian tersebut.
  2. . Variabel penelitian memuat jenis, ciri, dan skala variabel penelitian.
  3. . Subjek penelitian memuat jenis dan pemerian populasi, besaran sampel dan teknik pengambilan sampel, serta probabilitas kesalahan sampling (apabila diperlukan) disertai rasionalnya
  4. . Pengumpulan data berupa penjelasan tentang bagaimana data penelitian diperoleh. Subbab ini dapat disajikan dalam dua bagian, yaitu penjelasan tentang instrumen pengumpulan data dan teknik pengumpulan data (elisitasi)

a. Instrumen pengumpulan data

  1. Pemerian jenis instrumen meliputi jenis instrumen, prosedur pengembangan instrumen, sifat-sifat yang dimiliki, dan contoh (apabila dimungkinkan)
  2.  Pemerian kesahihan (validitas) yang dimiliki instrumen beserta bukti (data) pendukung
  3.  Pemerian jenis kehandalan yang dimiliki instrumen beserta bukti (data) pendukung
  4.  Untuk instrumen yang berupa tes, disertai butir analisis tes


b. Teknik pengumpulan data
Pada bagian ini diuraikan langkah-langkah pengambilan
 data. Dalam hal ini, termasuk penelitian, simulasi, uji coba,dan kegiatan lain yang dialami oleh petugas pengumpul data. Dapat pula dimasukkan hal-hal konkret yang berhubungan dengan tempat, waktu, dan cara pengumpulan data. Apabila ada hal-hal atau kejadian yang signifikan yang diduga akan berpengaruh terhadap analisis data, perlu diuraikan atau dijelaskan pula dalam bagian ini.

5. Teknik analisis data, bagian ini memuat penjelasan secara rasiona mengenai hal-hal berikut:
a. unit analisis
b. tes prasyarat uji statistik (apabila ada)
c. teknik analisis statistik, dan
d. kriteria penerimaan hipotesis
6. Hipotesis statistik (apabila ada) berupa sajian hipotesis dalam bentuk rumusan masalah.
7. Definisi operasional variabel berupa batasan-batasan yang digunakan dalam penelitian
    yang berkenaan dengan sejumlah variabel yang ada.

Bab IV. Hasil Penelitian dan Pembahasan 
Bab ini berisi uraian tentang hasil atau temuan penelitian dan pembahasannya dapat disajikan dalam suatu kesatuan atau terpisah.

  1. Hasil penelitian berupa sajian tentang hasil analisis data. Penyajian ini disusun sedemikian rupa sehingga sesuai dengan pertanyaan dan atau hipotesis penelitian. Untuk memperjelas penyajian secara visual, tabel atau gambar dapat digunakan
  2. Pembahasan hasil penelitian berupa sajian tentang penafsiran dan pemaknaan peneliti terhadap hasil penelitian. Penafsiran dan pemaknaan harus didukung dengan rujukan-rujukan yang relevan dalam sajian pembahasan temuan ini penelitian ini, terdapat pula penjelasan mengapa dan bagaimana hasil penelitian itu terjadi atau tidak terjadi
  3. Diskusi berupa penjelasan tentang hasil penelitian. Kegagalan pembuktian hipotesis perlu didiskusikan dengan menunjukkan fakta, faktor, dan sebab-sebab yang memungkinkan terjadinya "kegagalan" tersebut


Bab V. Penutup
Bagian ini terdiri dari simpulan, diskusi, implementasi, serta saran. Ketiga hal tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut ini.

  1. Simpulan memuat butir-butir penting temuan penelitian. Penyajian simpulan ini disusun menurut jumlah, uraian masalah, dan hipotesis penelitian. Fakta-fakta penting, misalnya angkaangka statistik, dapat disebutkan kembali pada bagian ini dengan tetap menjaga keringkasan dan kelugasan sajian\
  2.  Implikasi berupa penjelasan tentang konsekuensi adanya temuan penelitian, baik yang bersifat teoritis maupun praktis. Berdasarkan temuan penelitian, peneliti berhak menyatakan bahwa penelitiannya telah memperkuat teori yang digunakan dalam kerangka teori penelitian, atau meragukan teori tersebut, atau menemukansatu teori bar
  3. . Saran-saran yang disampaikan oleh peneliti harus dirumuskan secara konkret dan operasional serta berhubungan langsung dengan permasalahan penelitian. S aran-saran juga dapat diajukan untuk penyelenggaraan penelitian lanjutan, baik yang bersifat pengulangan maupun penelitian baru, dengan menyebutkan komponen yang perlu ditekankan dalam penelitian lanjutan tersebut.

Jelaskan pengertian penelitian?

Pengertian Penelitian
Penelitian adalah suatu kegiatan atau proses sistematis untuk memecahkan masalah dengan dukungan data sebagai landasan dalam pengambilan kesimpulan. Penelitian tidak hanya sistematis, tetapi juga harus dilakukan dengan metode ilmiah. Sebuah penelitian pada awalnya harus ada masalah yang akan dicari pemecahannya. Pemecahan itu harus ditempuh secara ilmiah,sistematis, dan logis.

Fakta yang dihadapai harus merupakan fakta
empiris dan penyelidikannya dilakukan secara berhati-hati serta bersifat obyektif. Suatu penelitian dikerjakan melalui beberapa tahap, yaitu:
a. Tahap perencanaan
b. Tahap pelaksanaan
c. Tahap pelaporan (All, 1985 : 23-26)

Tahap perencanaan terdiri atas perumusan masalah, pendahuluan, penyusunan rancangan penelitian. Dalam tahap pelaksanaan meliputi pengumpulan data, pengelompokan, dan analisis. Tahap berikutnya, tahap pelaporan, diisi dengan kegiatan penulisan dan penggandaan hasil penelitian agar dapat dibaca, diketahui, dan dimanfaatkan oleh orang lain yang memerlukannya.


Dalam penelitian, menggunakan teknik-teknik penelitian, yaitu teknik kuantitatif dan teknik kualitatif. Teknik kuantitatif merupakan teknik yang menggunakan perhitungan angka seperti penelitian survei, korelasional, eksperimental, kasus, tindakan, dan sejenisnya. Sedangkan penelitian kualitatif yang tidak menggunakan perhitungan angka, bisa berupa penelitian etnografi, isi, riwayat hidup, dan sejenisnya. Berikut ini disajikan secara berturut-turut contoh format   sebuah penelitian, bagan arus kegiatan penelitian, bagan komponen rancangan penelitian, daftar isi laporan penelitian, dan artikel hasil penelitian


Jelaskan tentang frase dan tiga bentuk subtipe frase?

Frase adalah satuan gramatik yang terdiri atas dua kata atau lebih yang tidak melampaui batas fungsi unsur klausa. Tipe konstruksi frase ada 2, yaitu konstruksi endosentrik dan eksosentrik.
1. Konstruksi frase endosentrik adalah suatu tipe konstruksi frase yang kelasnya sama dengan salah satu atau semua unsur langsungnya. Tipe konstruksi ini ada tiga sub tipe, yaitu:

a. Subtipe Endosentrik Atributif/Subordinatif
Contoh: rumah bambu agak sukar
jalan aspal belum makan

b. Subtipe Endosentrik Koordinatif
Contoh: ayah bunda handai taulan
kampung halaman kaum kerabat

c. Subtipe Endosentrik Apositif
Contoh : Pak Endi, guru bahasa Indonesia kami, hari ini sedang rapat.
2. Konstruksi Eksosentrik adalah frase yang kelasnya tidak sama dengan
satu atau kedua unsur langsungnya.
Contoh: dari surabaya untuk bermain
              ke singapura oleh orang lain
              di sekolah yang menyejukkan

Berdasarkan kelas unsur intinya, frase dapat dibedakan menjadi frase benda, frase kerja, frase adjektif, sebagai berikut.
a. Frase benda adalah frase yang intinya kata benda
Contoh: jalan tol
             orang mongol
             teknologi canggih
b. Frase kerja adalah frase yang intinya kata kerja
Contoh: hampir berangkat
              telah pergi
c. Frase adjektif adalah frase yang intinya kata sifat
Contoh: sangat pandai
agak lesu
terlalu putih

Mengidentifikasi Kata Berawalan dan Kata Berakhiran

Mengidentifikasi Kata Berawalan dan Kata Berakhiran
Afiksasi / kata berimbuhan telah dijelaskan pada proses morfologis di atas, bukan? Tentunya kalian sudah memahami dan dapat menentukan kata yang mengalami afiksasi, khususnya kata berawalan dan kata berakhiran

Contoh:
kata berawalan = mendengar
makna = melakukan kegiatan,
jenis kata = kata kerja

Lapisan Alami Gas Rumah Kaca Barangkali anda sering mendengar istilah efek rumah kaca. Belakangan, sering muncul istilah pemanasan global dalam kehidupan sehari-hari. Sebenarnya apa kaitan efek rumah kaca dengan pemanasan global?
Pemanasan global adalah peningkatan suhu rata-rata permukaan bumi sebagai dampak dari efek rumah kaca. Secara alami atmosfir bumi memiliki lapisan gas rumah kaca, antara lain gas karbon dioksida (CO2), metana (CH4) dan dinitro oksida (N2O). Panas matahari masuk ke bumi menembus lapisan gas rumah kaca dalam bentuk radiasi gelombang pendek. Sebagian panas matahari diserap bumi dan sisanya dipantulkan kembali ke angkasa dalam bentuk radiasi gelombang panjang. Karena ada lapisan gas rumah kaca, panas matahari yang seharusnya terlepas ke luar bumi terperangkap di bumi. Proses ini disebut efek rumah kaca.

Istilah rumah kaca berasal dari keadaan yang biasa terdapat dalam cara bertani menggunakan rumah kaca (green house). Tanaman bernilai ekonomi tinggi kerap ditanam di rumah kaca agar dapat diatur suhu, kelembaban, dan terlindungi dari hama dan penyakit. Di dalam green house sinar matahari yang masuk melalui atap dan dinding kaca tidak dapat dipantulkan seluruhnya ke luar sehingga meningkatkan suhu di dalam rumah kaca itulah yang disebut efek rumah kaca. Dalam kondisi normal, panas matahari yang terperangkap di muka bumi sangat dibutuhkan untuk menghangatkan suhu demi kelangsungan makhluk hidup. Tanpa lapiran gas rumah kaca, suhu di permukaan bumi bisa mencapai minus nol derajat celcius.

Masalah muncul akibat aktivitas berlebihan manusia. Dalam aktivitas yang terkendali, alam dapat menyerap gas rumah kaca CO-2, misalnya, diserap pepohonan dalam proses fotosintesis. Ketika aktivitas manusia berlebihan, alam tidak mampu menyerap kelebihan gas rumah kaca produksi manusia. Akibatnya selimut gas rumah kaca menebal dan sinar matahari tak bisa terpantul ke luar bumi. Hasilnya, suhu permukaan bumi semakin lama semakin panas. Pemanasan global dianggap sebagai ancaman serius abad ini. Laporan Word Wildlife Fund, Habita at Risk (2002), memperkirakan lebih dari 80 persen spesies tanaman dan binatang akan punah bila emisi korban meningkat dua kali lipat dalam 100 tahun mendatang.

Sebagai negara kepulauan, Indonesia dipastikan sangat rentan terhadap berbagai dampak ekstrem perubahan iklim. Pada tahun 1997/1998, El Nino menyebabkan pemutihan karang di beberapa wilayah, seperti bagian Timur Sumatera, Jawa, Bali, dan Lombok. Di Kepulauan Seribu, 90-95 persen terumbu karang hingga kedalaman 25 meter mati akibat pemutihan karang (Reeft at Risk in Southeast Asia, WRI, (2002). Terumbu karang adalah ekosistem yang menampung banyak siklus kehidupan laut yang berguna untuk manusia.  Perubahan iklim juga mengakibatkan terbakarnya hampir 10 juta hektar hutan, 80 persennya di lahan gambut. Padahal, lahan gambut penyerap emisi karbon terbesar di dunia

Fungsi Afiks / Imbuhan, antara lain:
a. Awalan me-, membentuk kata kerja transitif dan kata kerja intransitif
b. Awalan ber-, membentuk kata kerja aktif
c. Awalan di-, membentuk kata kerja pasif
d. Awalan per-, membentuk kata kerja

Jelaskan macam bagian proses morfologis, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi?

Mengidentifikasi Kata yang Mengalami Proses Morfologis
Proses morfologis adalah peristiwa pembentukan kata kompleks.  macam bagian proses morfologis, yaitu afiksasi, reduplikasi, dan komposisi

a. Afiksasi
Afiksasi adalah proses pembentukan kata kompleks dengan cara penambahan afiks pada bentuk dasar. Afiks ada empat, yaitu prefiks, infiks, sufiks, dan konfiks. Jenis prefiks atau awalan antara lain ber-; se-; me; ter; di-, dll. Jenis infiks (sisipan) antara lain em-; -el-; -er-; … Jenis Sufiks (akhiran) antara lain : -an; - i; - kan; - nya. Jenis Konfiks (gabungan awalan dan akhiran) antara lain: ber-an; ke-an; me-kan; dll.
Contoh kata yang berawalan, yaitu:
- belajar - membaca
- bekerja - diterjang
- melukis - sejuta, dll.
Contoh kata berakhiran, antara lain:
- makanan - baunya
- gunakan - bacakan, dll.

Contoh kata yang bersisipan, antara lain:
- gerigi
- kelakar
- gemuruh, dll.
Contoh kata yang berawalan dan berakhiran antara lain:
- menemukan
- membangkikan
- pembangkitan
- bergesekan, dll

b. Reduplikasi (Pengulangan)
Proses pembentukan kata kompleks dengan cara pengulangan bentuk kata. Jenis kata ulang ada lima, yaitu :
1) Kata ulang utuh (dwilingga)
Contoh: rumah-rumah, museum-museum, kamar-kamar, dll.

2) Kata ulang sebagian
Contoh: membaca-baca, tulis-menulis, membuka-buka, dll.

3) Kata ulang berimbuhan
Contoh: buah-buahan, rumah-rumahan, kebarat-baratan, dll.

4) Kata ulang berubah bunyi
Contoh: bolak-balik, sayur-mayur, mondar-mandir, dll.

5) Kata ulang dwipurwa
Contoh: dedaunan, rerumputan, reruntuhan, dll.

c. Komposisi
Penggabungan dua morfem bebas atau lebih membentuk kata kompleks (kata majemuk). Ciri-ciri kata mejemuk, antara lain:
1) Memiliki makna dan fungsi baru yang tidak persis sama dengan fungsi masing-masing unsurnya.
2) Unsur-unsurnya tidak dapat dipisahkan baik secara morfologis maupun secara sintaksis.
Contoh:
- kambing hitam - rumah sakit
- kaki tangan - orang tua
- rumah makan - jual beli
- kamar tunggu - rumah singgah

Mengidentifikasi Struktur Paragraf Naratif dan Menulis Paragraf Narasi Faktual?

Mengidentifikasi Struktur Paragraf Naratif
Paragraf, berdasarkan kalimat utamanya dikelompokkan menjadi empat jenis. Paragraf yang kalimat utamanya di awal paragraf disebut paragraf deduktif. Pengembangan paragraf dengan kalimat utama di akhir disebut paragraf induktif. Paragraf yang kalimat utamanya di awal dan di akhir paragraf disebut paragraf campuran. Adapun paragraf yang kalimat utamanya tersebar di seluruh kalimat disebut paragraf deskriptif-naratif.

Emil Salim punya kemampuan mendengarkan dan menerima pendapat, yang berseberangan sekalipun. Ia sabar mendengarkan suara skeptis tentang konsep besar dan menjawab keraguan dengan menjelaskan duduk persoalannya. Mendengarkan Emil Salim adalah mendengarkan optimisme di tengah situasi yang tidak menentu.

Paragraf naratif di atas, kalimat utamanya terletak di awal paragraf. Isi paragraf di atas terbaca dengan jelas, yaitu sosok Emil Salim dengan kemampuan mendengarnya. Paragraf yang kalimat utamanya menyebar di seluruh kalimat (deskriptif-naratif), biasanya terdapat dalam cerita, baik berbentuk cerpen maupun novel.

Menulis Paragraf Narasi Faktual
Paragraf naratif yang menceritakan kehidupan seorang tokoh terkenal berdasarkan data yang otentik merupakan implementasi karangan narasi berbentuk biografi. Kalian dapat menulis biografi berdasarkan riwayat hidup seorang tokoh. Nah, sekarang bacalah dengan saksama sekilas tentang Emil Salim berikut ini. Berdasarkan informasi tersebut, buatlah biografi sederhana tentang Emil Salim.


d. Pendidikan :
M e n a m a t k a n sekolah menengah pertama di Palembang, sekolah menengah atas di Bogor, dan sarjana ekonomi dari Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia Gelar Doktor didapat dari Universitas California, Berkeley, Amerika Serikat (1964), dengan diserta “Institutional Structure and Economic Development: The Case of Egyt”

e. Karier :
1) Wakit Ketua Bappenas, Menteri Negara
Penyempurnaan & Pembersihan Aparatur Negara, merangkap Wakil Ketua Bappenas (1971-1973); Menteri Perhubungan Kabinet Pembangunan II (1973- 1978); Menteri Negara Pengawas Pembangunan & Lingkungan Hidup, Kabinet Pembangunan IV & V (1983-1988, 1988-1993); Ketua merangkap Anggota Dewan Ekonomi Nasional berdasarkan Keppres No. 144/1999 (2 Desembar
1999- Agustus 2000); Ketua Perhimpunan Peningkatan Keberdayaan Masyarakat

2) 1983: Guru besar Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

3) 1984-1987: anggota Komisi Lingkungan dan Pembangunan Perserikatan Bangsa-Bangsa atau disebut juga Komisi Brundland, mewakili Asia bersama Saburo Okita dari Jepang.

4) 1992 : Deputy Chairperson pada Dewan Penasihat
Tinggi PBB untuk Pembangunan Berkelanjutan

5) 1994: Co-chair pada Komisi Dunia untuk Hutan dan Pembangunan Berkelanjutan dan tahun 1999 menerbitkan laporan Our Forests Our Future berdasarkan Laporan Organisasi non pemerintah seluruh dunia. 6) 1994: mendirikan dan memimpin Yayasan Pembangunan Berkelanjutan-Program Kepemimpinan Mengenai Lingkungan dan Pembangunan (LEAD) dan Yayasan Keanekaragaman Hayati

f. Penghargaan
Bintang Mahaputera Adipradana (1973); Pria
Berbusana Terbaik (1980); Golden ARK (Comandeur) of Netherland (1982); J. Paul Getty Wildlife Consevation Prize (1990); Doctor Honoris Causa dari University Kebangsaan Malaysia (1996); Zayed International Prize for the Environment dari Pemerintah Uni Emirat Arab (2006); Blue Planet Prize ke-15 dari Yayasan Asahi Glass, Jepang (Juni 2006)

Jelaskan fonem bahasa Indonesia dan berikan contohnya?

Fonem Bahasa Indonesia
Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang dapat membedakan arti. Ilmu yang mempelajari tentang fonem disebut fonemik. Fonemik merupakan bagian dari fonologi. Fonologi ini khusus mempelajari bunyi bahasa. Untuk mengetahui suatu fonem harus diperlukan pasangan minimal.

Contoh:
harus – arus → /h/ adalah fonem karena membedakan arti kata harus dan arus Fonem dalam bahasa Indonesia terdiri atas vokal dan konsonan. Vokal adalah bunyi ujaran yang tidak mendapatkan rintangan saat dikeluarkan dari paru-paru.

Vokal dibagi menjadi dua, yaitu vokal tunggal (monoftong) yang meliputi a, i, u, e, o dan vokal rangkap (diftong), yang meliputi ai, au, oi. Konsonan adalah bunyi ujaran yang dihasilkan dari paru-paru dan mengalami rintangan saat keluarnya. Contoh konsonan antara lain p, b, m, w, f, v, t, d, n, c, j, k, g, h. Konsonan rangkap disebut kluster. Contoh kluster pada kata drama, tradisi, film, modern. Perubahan fonem bahasa Indonesia bisa terjadi karena pengucapan bunyi ujaran memiliki pengaruh timbal balik antara fonem yang satu dengan yang lain. Macam perubahan fonem antara lain (1) alofon; (2) asimilasi; (3) desimilasi; (4) diftongisasi; (5) monoftongisasi; (6) nasalisasi.

Alofon adalah variasi fonem karena pengaruh lingkungan suku kata. Contoh : simpul-simpulan. Fonem /u/ pada kata [simpul] berada pada lingkungan suku tertutup dan fonem /u/ pada kata [simpulan] berada pada lingkungan suku terbuka. Jadi, fonem /u/ mempunyai dua alofon, yaitu [u] dan (u). Asimilasi adalah proses perubahan bunyi dari tidak sama menjadi sama atau hampir sama. Contoh: in + moral → immoral → imoral.

Desimilasi adalah proses perubahan bunyi yang sama menjadi tidak sama. Contoh : sajjana menjadi sarjana. Diftongisasi adalah perubahan monoftong menjadi diftong. Contoh: anggota menjadi anggauta. Monoftongisasi adalah proses perubahan diftong menjadi monoftong. Contoh: ramai, menjadi rame. Nasalisasi adalah persengauan atau proses memasukkan huruf nasal (n, m, ng, ny) pada suatu fonem. Contoh : me/m/ pukul menjadi memukul.

Iklan 300x250

Recent post

Popular Posts