Rabu, 30 September 2015

Jelaskan Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif?

Kalimat Efektif dan Kalimat Tidak Efektif
Penyusunan sebuah kalimat harus memehuni kaidah bahasa yang berlaku yang meliputi:
 (1) kelengkapan unsur-unsur penting yang harus dimiliki setiap kalimat,
(2) sesuai dengan Pedoman Ejaan Yang Disempurnakan, dan
(3) pilihan kata (diksi).

Sebuah kalimat yang lengkap sekurang-kurangnya memiliki dua unsur penting, yaitu subjek dan predikat dan sesuai EYD. Kelengkapan unsur kalimat tersebut sangat menen-tukan kejelasan sebuah kalimat Katakata yang dipergunakan dalam membentuk kalimat harus dipilih dengan tepat dan cermat.

Kalimat yang benar dan jelas akan mudah dipahami orang lain secara tepat. Kalimat yang demikian disebut kalimat efektif. Dengan kata lain, kalimat efektif adalah kalimat yang disusun menurut pola struktur yang benar dan sesuai dengan situasi yang menyertainya.

1. Kesepadanan struktur meliputi hal berikut:
a. subjek tidak didahului kata depan,
b. predikat tidak didahului kata “yang”,
c. pemakaian konjungsi (kata penghubung) harus tepat.

2. Informasinya jelas, meliputi:
a. tidak mengadung makna ganda (ambigu),
b. tidak mengandung salah nalar,
c. tidak mengandung kerancuan.

3. Ada kesejajaran/kepararelan bentuk kata, yakni mengandung kesejajaran bentuk kata antara bagian pertama dan bagian berikutnya.

4. Pilihan kata harus cermat, meliputi tidak mengandung unsur mubazir, seperti subjek ganda, makna jamak ganda (pleonasme), dan unsur sinonim ganda

5. Mengandung kepaduan, meliputi:
a. kalimat tidak bertele-tele,
b. tidak menyisipkan kata “seperti” atau tentang” antara predikat kata kerja dan objek penderita.
Kalimat yang tidak memenuhi ciri-ciri di atas dapat dikatakan sebagai kalimat tidak efektif. Dari contoh-contoh di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

1. Kalimat efektif adalah kalimat yang komunikatif, cermat, dan santun.
Kalimat komunikatif adalah kalimat yang mampu menyampaikan informasi secara tepat dan diterima secara tepat oleh orang lain. Kalimat cermat maksudnya kalimat yang sesuai dengan kaidah-kaidah bahasa yang berlaku.

Selasa, 29 September 2015

Apa pengertian Parafrasa dan Penggunaan Sinonim dan Parafrasa?

Parafrasa
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, parafrasa adalah:
  1. pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertiannya;
  2. penguraian kembali suatu teks (karangan) dalam bentuk (susunan kata-kata) yang lain dengan maksud untuk menjelaskan makna yang tersembunyi.
Dari pengertian itu dapat disimpulkan, parafrasa adalah suatu pengungkapan atau penguraian kembali suatu bentuk bahasa baik berupa kata, kelompok kata, atau satuan lainnya dengan maksud memperjelas arti dan menghindari pengulangan yang mubazir. Kegiatan parafrasa sebenarnya mencakup halhalsebagai berikut:
a. mensubstitusi / mengganti (sinonim);
b. menambahkan.

Penggunaan Sinonim dan Parafrasa
Sebuah kalimat atau paragraf dapat diubah atau diperbaiki redaksinya dengan menggunakan sinonim dan parafrasa. Tentang sinonim telah dibahas pada pembelajaran sebelumnya. Berikut ini kita akan membahas parafrasa.
Contoh parafrasa dalam kalimat:

1
Dokter ahli bedah plastik mendapat hadiah dari IDI. Parafrasanya menjadi: Dokter ahli bedah plastik mendapat hadiahdari organisasi para dokter Indonesia

2 Pesawat bergoyang beberapa detik untuk
kemudian berdebum. Parafrasanya menjadi: Pesawat bergoncang beberapa detik untuk kemudian jatuh ke bumi dan menimbulkan bunyi yang keras.


Jelaskan Lafal atau PengucapanPenggunaan Kata/Istilah dengan Tepat dan sebutkan lima jenis antonim?

Lafal atau PengucapanPenggunaan Kata/Istilah dengan Tepat
Perhatikan penggunaan kata-kata yang dicetak
tebal dalam kalimat-kalimat di bawah ini!
1. Marak, ramai, meningkat
a. Bisnis jasa penyewaan mobil dewasa ini kian marak.
b. Bisnis jasa penyewaan mobil dewasa ini kian ramai.
c. Bisnis jasa penyewaan mobil dewasa ini kian meningkat.

2. Kolaborasi, kerja sama
a. Dua band ternama itu berkolaborasi dalam konser amal bertajuk “Peduli Aceh”.
b. Dua band ternama itu berkerja sama dalam konser amal bertajuk “Peduli Aceh”.

Kata marak, ramai, dan meningkat mempunyai makna yang sama. Namun penggunaan kata tersebut tidak dapat sembarang. Coba amati lagi kalimat pada contoh 1, kalimat yang penggunaan kata yang tepat adalah kalimat 1a. Pada kalimat 2, penggunaan kata yang tepat terdapat pada kalimat2a.

Antonim
Antonim adalah kata yang maknanya berlawanan.Menurut Gorys Keraf, berdasarkan oposisinya,antonim dibedakan menjadi lima jenis, yaitu
  1.  antonim yang beroposisi kembar, artinya hanya dua anggota yang beroposisi, misalnya jantan – betina, pria – wanita.
  2. antonim dengan oposisi majemuk, yaitu satu kata dapat beroposisi dengan dua kata lain ataulebih, misalnya emas – perak, perunggu, platina, tembaga
  3.  antonim dengan oposisi bertingkat/gradual, yaitu antonim yang mirip dengan kelompok pertamadi atas, namun kedua kata yang berantonim terdapat  terdapat sejumlah tingkatan antara. Antara kata kaya dan miskin, besar dan kecil, terdapat gradasi yang ditandai dengan kata-kata sepertilebih, amat, sangat sehingga dapat disusun gradasi yang bertingkat-tingkat seperti: sangat kaya, kaya sekali, lebih kaya, cukup kaya. Contoh kata yang termasuk kelompok ini adalahtinggi – rendah, jauh – dekat, panjang – pendek,dan lain-lain.
  4.  antonim dengan oposisi hierarkis, yaitu antonim yang sebenarnya mirip dengan antonim beroposisi gradual, namun gradasinya dinyatakan secara konkret dalam ukuran-ukuran tertentu. Dipihak lain, ia sama dengan oposisi majemuk karena melibatkan sejumlah kata. Contohnya adalah milimeter, sentimeter, desimeter, dekameter; Senin, Selasa, Rabu, Kamis; dan sebagainy
  5.  antonim dengan oposisi relasional, yaitu katakata berantonim yang mengandung relasi kebalikan. Satu kata timbul karena adanya kata lain, misalnya orang tua – anak; suami – istri;

Jelaskan Lafal atau Pengucapan?

Lafal atau Pengucapan
Selain berpedoman pada Ejaan Yang Disempurnakan, khususnya cara pelafalan huruf yang benar, setiap penutur bahasa Indonesia hendaknya mengikuti aturan yang sudah dibakukan. Kalian bisa menggunakan Kamus Besar Bahasa Indonesia untuk mencari tahu bagaimana sebuah kata dilafalkan. Dalam membaca singkatan kata (termasuk singkatan kata asing selain akronim) yang dibaca huruf demi huruf, pelafalannya harus sesuai dengan pelafalan huruf bahasa Indonesia.



Pelafalan kata dengan artikulasi yang tidak tepat akan menghasilkan lafal kata yang tidak baku. Bahkan, pada tahap tertentu salah pelafalan dapat menimbulkan salah arti. Berikut ini contohnya.
1. Vokal /a/
Vokal /a/ dilafalkan agak panjang apabila berada pada suku kata terbuka. Misalnya: su-ka, ma-ta, denda, tang-ga.
Pelafalan vokal /a/ lain ada yang agak singkat apabila berada pada suku kata tertutup. Misalnya; de-pan, be-sar, ke-lam.


2. Vokal /u/
Vokal /u/ mempunyai dua alofon, yaitu [u] pada suku kata terbuka dan [ ] pada suku kata tertutup yang terakhir pada /m/, /n/, atau /n/ dan suku itu mendapatkan aksen yang berat. Perhatikan contoh berikut!

Suku terbuka:
u-pah
tu-kang
ban-tu
Suku tertutup:
bung-su
rum-put
Jika /u/ terdapat pada suku kata tutup dan suku itu tidak mendapat aksen yang keras, vokal /u/ dilafalkan [ ]. Perhatikan contoh berikut!
wa-rung
rum-pun
lang-sung
Jika aksen kata berpindah kepadanya, maka /
u/ yang semula dilafalkan sebagai [ ] akan menjadi
[u].

Contoh:
[ampun] [pengampunan]
[kumpul] [kumpulan]
[simpul] [kesimpulan]
Catatan:
Vokal /u/ dengan lafal [o] pada kata seperti warung, masuk, dan kebun merupakan penyimpangan kaidah tata bunyi bahasa Indonesia.

3. Konsonan /b/
Konsonan /b/ dilafalkan jelas apabila berada pada posisi awal suku kata. Misalnya: ba-las, bi-na, benar, bo-la. Konsonan /b/ yang lain ada yang dilafalkan seperti bunyi /p/ apabila pada posisi akhir suku kata. Misalnya: Sab-tu dilafalkan Sap-tu. Dalam tuturan ada sejumlah fonem yang dilafalkan tidak sesuai dengan lafal yang tepat sehingga lafal tersebut menjadi tidak baku. Perhatikan contoh kata yang sering dilafalkan salah/tidak baku pada Tabel A!
Untuk beberapa kata, sebelum dilafalkan terlebih dahulu harus diperhatikan konteks di mana kata itu digunakan. Apabila kita salah melafalkan kata-kata yang terdapat dalam Tabel B, maka dapat menjadi salah arti.

Berdasarkan uraian di atas, dapat kita simpulkan bahwa pelafalan kata merupakan hal yang sangat penting dalam pengucapan bunyi bahasa.

Minggu, 27 September 2015

Bagaimana Penulisan Daftar Pustaka?

Penulisan Daftar Pustaka
Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir karya tulis. Daftar ini merupakan daftar sumber tertulis yang dijadikan acuan dalam pembahasan karya tulis. Buku, majalah atau surat kabar yang akan dimasukkan ke dalam daftar pustaka disusun menurut abjad nama pengarang atau nama lembaga  yang menerbitkan bila nama pengarangnya tidak ada. Bila nama pengarang dan nama lembaga penerbitnya juga tidak ada, daftar pustaka didasarkan pada kata per-tama judul. Daftar pustaka jangan diberi nomor  urut.

1. Buku sebagai sumber acuan
Urutan keterangan buku meliputi nama pengarang, tahun terbit, judul buku, dan nama penerbit yang didahului nama kota tempat terbit dan tanda titik dua. Setiap penyebutan keterangan diakhiri dengan tanda titik.

a) Nama pengarang
  1. Aturan penulisan nama pengarang dalam daftar pustaka.\Nama pengarang ditulis selengkap-lengkapnya, tetapi gelar akademik tidak perlu dicantumkan.
  2.  Cara penulisan nama pengarang ialah dengan mendahulukan nama akhir, kemudian baru nama pertama. Nama akhir yang ditulis lebih dahulu itu dipisahkan dengan tanda koma dari nama pertama yang ditulis kemudian.

Contoh:
Nama pengarang dalam daftar pustaka:
♦ Dra. Astuti menjadi Astuti
♦ Dr. Susanto Argo menjadi Argo, Susanto
Cara penulisan nama pengarang seperti ini tidak berlaku untuk nama Tionghoa. Di dalam daftar pustaka, nama Tionghoa tidak perlu dibalik karena nama pertama adalah nama keluarga.

♦ Tan Kim Liong tidak perlu dibalik menjadi Liong, Tan Kim

(3) Jika pada buku yang dijadikan acuan itu ada nama editor dan nama pengarangnya tidak
      ada, penulisan nama editor ditambah dengan singkatan ed. di belakang nama.
Contoh:
Nama editor dalam daftar pustaka:
♦ Kurniawan, Marico menjadi Kurniawan, Marico (ed.)


4) Jika pengarang terdiri atas dua orang, nama pengarang yang pertama dibalik, sedangkan
    nama pengarang kedua ditulis biasa. Hubungkan kedua nama itu dengan kata penghubung dan.
Contoh:
Nama pengarang dalam daftar pustaka:
♦ Amirul Mukminin dan Eddy Wijaya menjadi Mukminin, Amirul dan Eddy Wijaya


(5) Jika pengarang buku ada tiga orang atau lebih, nama pengarang pertama dibalik,
      kemudian tambahkan singkatan dkk.
Contoh:
Nama pengarang dalam daftar pustaka:
♦ Saut Parsaoran, Antony Salim, dan Irwan Andries menjadi Parsaoran, Saut dkk.

Jelaskan bagaimana penulisan catatan kaki dalam karya tulis?

Penulisan Catatan Kaki
Catatan kaki sangat erat hubungannya dengan kutipan-kutipan dalam karya tulis yang kita susun. Catatan kaki merupakan penjelasan sumber semua kutipan, baik kutipan langsung maupun kutipan tidak langsung. Catatan kaki atau keterangan tambahan pada karangan ilmiah ini diletakkan pada kaki halaman yang bersangkutan. Jika keterangan tambahan ini melengkapi sebuah artikel, biasanya catatan kaki dikumpulkan pada halaman tersendiri
Fungsi catatan kaki adalah sebagai berikut:
1. pembuktian atas sumber informasi;
2. penghargaan kepada pengarang yang pendapatnya telah dikutip;
3. pemberian keterangan tambahan untuk memperjelas pembahasan; dan
4. penunjukan bagian lain dalam naskah.
Perhatikan contoh catatan kaki berikut ini!

a. Contoh catatan kaki dari referensi buku dengan seorang pengarang
Perhatikan!
- Nama pengarang harus ditulis lengkap dan tidak perlu dibalik.
- Bubuhkan tanda koma di antara nama pengarang dengan judul buku.
- Garis bawahi atau cetak miring data judul.
- Tempat dan tahun terbit ditulis di antara tanda kurung. Nama penerbit tidak perlu dicantumkan.
- Bubuhkan tanda koma setelah kurung tutup kemudian tulis halaman dan nomornya.

b. Contoh catatan kaki dari referensi buku dengan dua atau tiga pengarang

2)Baharuddin, Esa Nur Wahyuni, Teori Belajar dan Pembelajaran, (Jogjakarta: Ar- Ruzz Media, 2007), hlm. 38.

Perhatikan!
  • Nama penerbit dicantumkan.
  • Bubuhkan tanda titik dua di antara nama tempat dan nama penerbit.
  • Penulisan hal-hal lainnya sama dengan ketentuan penulisan catatan kaki dari referensi buku dengan seorang pengarang.

c. Contoh catatan kaki dari referensi buku dengan banyak pengarang dan terdiri atas beberapa jilid

3Ichsanu Sahid Warsanto, et al., Bahasan
Bahasa (I; Jakarta: Aries Lima, 1994), hlm. 135.
atau
3Ichsanu Sahid Warsanto, et al., Bahasan
Bahasa (Jakarta: Aries Lima, 1994), I, hlm. 135.


Perhatikan!
  • Hanya nama pengarang pertama yang disebut, sedangkan nama-nama lain diganti dengan singkatan et al. yang berarti “dan kawan-kawan”.
  • Bubuhkan tanda koma di antara nama pengarang dengan singkatan et al. dan di antara singkatan et al. dengan judul.
  • Keterangan tentang nomor jilid ditempatkan dalam kurung sebelum tempat terbit atau ditulis di luar tanda kurung sebelum nomor halaman.
  • Nomor jilid selalu menggunakan angka Romawi, sedangkan nomor halaman menggunakan angka Arab.

d. Contoh catatan kaki dari buku yang edisi berikutnya mengalami perubahan
4)John Rawls, A Theory of Justice (rev.ed.; Cambridge, 2003), hlm. 56.

Perhatikan!
- Keterangan tentang edisi yang diperbarui diletakkan dalam kurung, sebelum tempat terbit.
- Di antara tempat terbit dengan edisi yang diperbarui, diberi tanda pemisah berupa titik koma.
———————
e. Contoh catatan kaki dari sebuah buku bungarampai atau kumpulan karangan
———————
5)Sudiarja, ed., Karya Lengkap Driyarkara
(Jakarta, 2006), hlm. 817.
atau
5)Driyarkara, “Menalar Dasar Negara Indonesia.
Telaah Filsafat Pancasila”, Karya
Lengkap Driyarkara, ed. Sudiarja, (Jakarta,
2006), hlm. 817.

jelaskan Kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih dari empat baris dan Kutipan langsung yang panjangnya lebih dari empat baris ?

Kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih dari empat baris 
Sebuah kutipan langsung yang jumlah barisnya tidak lebih dari empat baris ketikan dimasukkan ke dalam teks dengan cara sebagai berikut:
a) kutipan itu diintegrasikan langsung ke dalam teks;
b) jarak antarbaris sama dengan teks, yaitu dua spasi;
c) kutipan itu boleh diapit dengan tanda kutip; dan
d) sesudah kutipan selesai, berilah nomor urut penunjuk catatan kaki yang diketik setengah spasi ke atas atau berilah catatan pustaka, yaitu nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman yang ditulis dalam tanda kurung.

Perhatikan contoh berikut!
  • Bahasa Melayu telah diadop sejak Sumpah Pemuda 1928 sebagai bahasa persatuan. Di sini tampak peranan bahasa Indonesia di dalam memperkuat dan menyebarkan nasionalisme di Indonesia. Tidak mengherankan kalau dikatakan “Bahasa menunjukkan bangsa.1)
  • Bahasa Melayu telah diadop sejak Sumpah Pemuda 1928 sebagai bahasa persatuan. Di sini tampak peranan bahasa Indonesia di dalam memperkuat dan menyebarkan nasionalisme di Indonesia. Tidak mengherankan kalau dikatakan  “Bahasa menunjukkan bangsa.(Tilaar, 2007: 11)

Kutipan langsung yang panjangnya lebih dari empat baris
Apabila kutipan terdiri atas lima baris atau lebih, seluruh kutipan itu harus ditulis sebagai berikut
  1.  kutipan itu dipisahkan dari teks dengan jarak 2,5 spasi;
  2.  jarak antarbaris dalam kutipan satu spasi saja;
  3. kutipan boleh diapit dengan tanda kutip; d) sesudah kutipan selesai, berilah nomor urut penunjuk catatan kaki yang diketik setengah spasi ke atas, atau dalam kurung ditempatkan nama singkat pengarang, tahun terbit, dan nomor halaman; dan
  4.  seluruh kutipan menjorok ke dalam paragraf sebanyak 5 – 7 ketukan. Apabila kutipan itu dimulai dengan alinea baru, baris pertama dari kutipan itu dimasukkan ke dalam paragrafsebanyak 5 – 7 ketukan.


Perhatikan contoh berikut!
Dalam proses belajar, sikap individu dapat memengaruhi keberhasilan proses belajarnya. ...... sikap siswa dalam belajar dapat dipengaruhi oleh perasaan senang atau tidak senang pada performa guru, pembelajaran, ataupun lingkungan sekitarnya. Untuk mengantisipasi munculnya sikap negatif dalam belajar, guru sebaiknya berusaha untuk menjadi guru yang profesional dan bertanggung jawab terhadap profesi yang dipilihnya. Dengan profesionalitasnya, seorang guru akan berusaha memberikan yang terbaik bagi siswanya, berusaha mengembangkan kepribadiannya sebagai seorang guru yang empatik, sabar, dan tulus kepada muridnya, berusaha untuk me-nyajikan pembelajaran yang diampunya dengan baik dan menarik sehingga siswa dapat mengikuti pembelajaran dengan senang dan tidak menjemukan, meyakinkan siswa bahwa bidang studi yang dipelajari itu bermanfaat. (Baharuddin, 2007: 25)


Jumat, 25 September 2015

Bagaimana Langkah-langkah pengalihan informasi verbal ke nonverbal dan Mengungkapkan Bagan secara Verbal?

Langkah-langkah pengalihan informasi verbal ke nonverbal antara lain sebagai berikut:
1. mencermati isi dan sifat informasi dengan saksama;
2. menentukan efektif tidaknya informasi tersebut divisualisasikan;
3. memilih bentuk visual yang tepat (bagan, grafik, tabel, dsb)
4. memilih lambang, bentuk, warna yang tepat untuk memvisualisasikan item-item datanya;
5. membuat visualisasi yang tepat untuk informasi tersebut

Mengungkapkan Bagan secara Verbal
Berbeda dengan grafik dan matrik, bagan tidak berkaitan dengan data berupa angka atau jumlah. Bagan digunakan untuk memberi petunjuk hubungan antara suatu pokok pikiran tertentu dengan penjelasan atau langkah-langkahnya. Bagan di atas adalah bagan yang dibuat oleh Fiki Syarifudi yang bermaksud melakukan pemeriksaan zat besi dalam selada. Jika kalian diminta untuk mengungkapkan bagan tersebut secara verbal, berikut ini uraiannya!

Pemeriksaan Zat Besi (Fe) dalam Selada
Selada adalah sayuran yang mengandung zatzat penting yang berguna bagi tubuh manusia. Kandungan zat dalam selada antara lain vitamin C, vitamin A, kalsium, zat besi, dan kalium. Khusus zat besi diperlukan tubuh untuk metabolisme, pembentukan sel-sel darah merah dan sel-sel darah putih dalam sumsum.

Fiki Syarifudin, siswa kelas IV SMK Analis Kimia Caraka Nusantara bermaksud melakukan pemeriksaan zat besi dalam selada. Langkahlangkah kerja pertama yang dilakukan adalah  mengambil sampel selada yang diambil dari tiga tempat yang berbeda. Ia juga mempersiapkan alat, bahan, dan pereaksi yang digunakan. Peralatan tersebut di antaranya blender, kaca arloji, lumpang, neraca analitik, pipet, dan lain-lain. Bahan dan pereaksi meliputi selada, FeSO47H2O, HNO3, H2O2, H2SO4, dan Aquadest. Selanjutnya ia melakukan preparasi atau persiapan penanganan sampel sebelum melakukan pemeriksaan.

Di samping itu, ia juga menyiapkan larutan standar besi (Fe) atau larutan baku. Langkah berikutnya adalah mengukur larutan sampel dan larutan standar besi dengan alat instrumen yaitu spektrofotometer serapan atom, kemudian melakukan perhitungan hasil pengukuran. Terakhir ia membuat laporan hasil pemeriksaan zat besi (Fe) dalam selada.

Apa Langkah-langkah untuk membaca grafik dan matriks.?

Fungsi atau kegunaan grafik dan matriks tersebut antara lain:
a. menunjukkan fakta dengan jelas;
b. mempercepat komunikasi;
c. menunjukkan fakta-fakta dalam konteks;
d. menunjukkan hubungan statistika lebih jelas daripada kata-kata;
e. menunjukkan fakta-fakta lebih mudah; dan
f. membuat hidup konsep-konsep yang diusulkan.

Langkah-langkah untuk membaca grafik dan matriks.
  1.  Baca judulnya,karena judul pada grafik dan matriks memberikan gambaran yang padat tentang informasi yang akan disampaikan. 
  2. Baca informasi yang ada pada bagian atas, bagian bawah, dan sisi dari grafik atau matriks yang merupakan kunci penjelasan tentang materi yang disajikan dan berupa urutan tahun  persentase, dan angka-angka
  3.  Ajukan pertanyaan tentang tujuan grafik atau matriks tersebut. Kalian dapat mengetahui tujuan itu dengan mengubah judul menjadi pertanyaan di mana, seberapa banyak, atau bagaimana ter-jadinya. Jawaban dari pertanyaan tersebut ada pada grafik atau matriks.
  4.  Baca grafik atau matriks tersebut secara menyeluruh untuk mendapat keterangan dan informasi yang disajikan. Sementara membaca, tetaplah ingat akan maksud dan tujuan informasi grafik tersebut.

a. Grafik
Grafik merupakan bentuk penyajian visual yang dipakai untuk membandingkan jumlah data pada saat yang berbeda yang dinyatakan dengan garis atau gambar. Grafik menyampaikan sesuatu yang rumit secara mudah tanpa uraian panjang lebar. Grafik memberikan gambaran data secara efektif, efisien,dan sederhana.

Contoh grafik tersebut dapat dibaca dengan menggunakan empat langkah seperti diuraikan berikut ini:
  1.  judul grafik “Volume Pasar Kendaraan Bermotor Roda Empat 1997-2004 (per unit)”. Dari judul ini kita dapat memperkirakan bahwa grafik tersebut menjelaskan jumlah penjualan kendaraan bermotor roda empat (mobil) dari tahun ke tahun mulai 1997 sampai dengan 2004.
  2.  informasi yang ada di sisi dan di bawah grafik menunjukkan: (1) jumlah unit mobil yang terjual,
  3.  tahun-tahun tertentu dari 1997 sampai 2004.
  4.  kita dapat mengubah judul dengan menjadikan sebuah pertanyaan. Misalnya, bagaimana perkembangan volume penjualan mobil dari tahun ke tahun mulai 1997 sampai dengan 2004? Informasi pada grafik itu akan menunjukkan jawabannya.
  5.  baca grafik secara menyeluruh dan ingatlah tujuan dari grafik yaitu menunjukkan perkembangan volume penjualan mobil pada tahuntahun tersebut.

b. Matriks

Matriks atau tabel menyajikan data yang diklasifikasikan secara sistematik, dalam jumlah menurut kesatuan tertentu. Tabel menjadi alat pembantu untuk merangkum gagasan tertentu. Dari judul tabel kita mengetahui secara singkat, tetapi jelas pokok yang terkandung dalam isi tabel. Dalam judul diterangkan mengenai apa, di mana, danbagaimana perkembangan suatu fakta tertentu.

Apa saja Ragam bahasa, berdasarkan hubungan antarpembicaranya?

Ragam bahasa, berdasarkan hubungan antarpembicaranya, yaitu:
a. ragam bahasa baku dan bahasa cakapan/akrab,
b. ragam bahasa hormat, dan
c. ragam bahasa kasar.

. Ragam bahasa, berdasarkan pokok pembicaraannya adalah?

a. ragam bahasa undang-undang,
b. jurnalistik,
c. ilmiah, dan
d. sastra.

 Ragam bahasa, menurut media pembicaraannya, yaitu?

a. ragam lisan yang meliputi ragam bahasa cakapan, pidato, kuliah, dan sastra,
b. ragam tulis yang meliputi ragam bahasa teknis, undang-undang, catatan, dan surat.

 Sebutkan unsur pada setiap paragraf?

Setiap paragraf mempunyai dua unsur, yaitu kalimat topik atau kalimat utama yang bisaterletak di awal dan akhir paragraf, dan kalimat pengembang atau kalimat penjelas.

Apa pengertian  Menyingkat atau merangkum?

Menyingkat atau merangkum berarti menyingkat bahan yang panjang menjadi sesingkat mungkin, namun dapat mewakili atau menjelaskan yang panjang.

 Apa cara untuk dapat menyimak informasi?

Beberapa cara untuk dapat menyimak informasi adalah, antara lain dengan :
a. menyelesaikan cerita,
b. mengidentifikasi kata kunci,
c. mengidentifikasi kalimat topik,
d. menyingkat/merangkum,
e. memparafrasakan, dan
f. menjawab pertanyaan.

Jelaskan Fakta Umum dan Fakta Khusus?

Fakta Umum dan Fakta Khusus
Informasi yang diperoleh dapat berupa fakta umum atau fakta khusus. Melalui kegiatan menyimak, kalian akan menemukan sesuatu atau akan memperoleh kesan umum dari wacana. Bila kalian memerhatikan lebih rinci dan cermat, kalian akan memahami ide pengarang dan konsep-konsepkhusus.

Fakta umum adalah fakta yang diperoleh berdasarkan/menurut pandangan umum, sedangkan fakta khusus adalah fakta yang diperolehberdasarkan/menurut pandang pribadi/individu, tetapi tetap mengacu pada fakta yang telah ada.

Perhatikan kutipan paragraf berikut!
Sebelum mencari tahu lebih jauh kiat belajar di perguruan tinggi, hal pertama yang harus dipupuk saat mulai masuk ke dunia kampus adalah motivasi. Ingat bahwa biaya kuliah yang relatif mahal diperoleh orang tua kita dengan jerih payah yang tidak mudah. Lebih dari itu, sukses – tidaknya kita belajar di kampus merupakan jembatan masa depan kita nantinya. Jangan sampai hanya karena “patah hati”, misalnya, lalu kita kehilangan motivasi belajar.

Hal pertama yang harus dipupuk untuk
masuk perguruan tinggi adalah motivasi.

Fakta khusus yang akan kalian temukan adalah:
Sebelum mencari tahu lebih jauh kiat belajar di perguruan tinggi, hal pertama yang harus dipupuk saat mulai masuk ke dunia kampus adalah motivasi. Ingat bahwa biaya kuliah yang relatif mahal diperoleh orang tua kita dengan jerih payah yang tidak mudah. Lebih dari itu, sukses – tidaknya kita belajar di kampus merupakan jembatan masa depan kita nantinya. Jangan sampai hanya karena  “patah hati”, misalnya, lalu kita kehilangan motivasi belajar.

a) orang tua memperoleh biaya kuliah yang mahal dengan jerih payah;
b) sukses tidaknya kita belajar di kampus merupakan jembatan masa depan;
c) jangan sampai masalah sepele membuat kita kehilangan motivasi belajar.

Fakta khusus tersebut merupakan pandangan pribadi bahwa selain motivasi belajar, hal lain yang mendukungnya adalah biaya (uang) sehingga menghasilkan sebuah kesuksesan. Fakta-fakta tersebut tetap mengacu pada fakta yang telah ada

Kamis, 24 September 2015

Jelaskan tentang Durasi dan Perhentian (Jeda)

 Durasi
Yang dimaksud dengan durasi adalah suatu jenis unsur suprasegmental yang ditandai oleh panjang pendeknya waktu yang diperlukan untuk mengucap sebuah segmen bahasa. Dalam bahasa Indonesia, durasi yang distingtif hanya terdapat pada bidang kalimat. Dalam bidang kata tidak ada durasi distingtif. Durasi itu sering mempengaruhi panjang pendeknya fonem dalam sebuah kata dalam kalimat.
Perhatikan contoh berikut ini!
Tanggapan beberapa orang terhadap sebuah lukisan sebagai berikut:
  •  Lukisan itu indah sekali
  •  Lukisan itu in-dah sekali!
  •  Lukisan itu indah – sekali!
 Dalam tuturan yang lebih panjang, misalnya dalam menyampaikan pidato-pidato atau ceramah, durasi akan tampak dalam bentuk lain. Misalnya, pembicara ingin memberikan penekanan pada bagian tertentu, bagian itu diucapkan dalam waktu yang lama (pelan-pelan). Sementara bagian yang tidak penting diucapkan dengan cepat.

Perhentian (Jeda)
Perhentian merupakan pemutusan suatu arus ujaran yang sedang berlangsung. Perhentian berkaitan dengan bidang tutur berupa kalimat atau wacana. Perhentian dapat dibedakan menjadi dua.

a. Perhentian antara atau nonfinal, biasanya dilambangkan
dengan tanda koma (,). Perhentian macam itu disebut juga jeda. Jeda terjadi karena kebulatan amanat suatu tuturan belum terjadi. Penggunaan jeda, selain memudahkan kalian memahami ketepatan pesan/informasi, jeda juga dapat kita gunakan untuk membedakan makna. Perhatikan contoh berikut ini!

Hari ini, teman kakak yang baru datang dari Bandung menginap di rumah kami. (Lafalkan dengan jeda yang tepat.) Kata yang baru menerangkan teman kakak dan kata datang.
b. Perhentian akhir atau final, biasanya dilambangkan dengan tanda titik (.), tanda seru (!), atau tanda tanya (?).
Berikut ini contoh kalimat dengan satu perhentian akhir.
  • //Saya pergi ke Surabaya./
  •  //Masuk!/
  •  //Siapa Anda?//
Berikut ini contoh kalimat dengan satu perhentian antara dan satu perhentian akhir
  •  //Ketika rumahnya dilanda banjir,/Ahmad sedang berada di luar kota.//
  •  //Ibu pergi ke supermarket. //Anita pergi ke perpustakaan.//

Bagaimana format yang bisa digunakan untuk menilai pembacaan teks pidato?

Menyimak dan Memberikan Penilaian pada Pembacaan Teks Pidato
Pidato diterima oleh pendengarnya dengan cara menyimak atau mendengarkan. Oleh karena itu, bukan penampilan fisik yang diutamakan dalam melaksanakan pembacaan teks pidato, melainkan cara penyampaian pidato yang benar. Cara penyampaian yang benar akan memudahkan pendengar memahami hal-hal yang dibicarakan oleh orang yang  berpidato.


Ada beberapa aspek yang harus diperhatikan oleh orator (orang yang ahli berpidato) supaya orang yang menyimak pidato memahami isi pidato, di antaranya lafal tekanan, intonasi, dan jeda. Mengapa aspek-aspek tersebut harus diperhatikan? Aspek-aspek tersebut dapat membantu orator agar isi pidato dapat sampai kepada pendengar sesuai dengan tujuan pidato.

Misalnya, seorang orator berpidato untuk tujuan menyakinkan atau membuat pendengar yakin untuk menyetujui pendapatnya. Oleh karena itu, orator harus memerhatikan Lafal tekanan, intonasi, dan jeda


Dapat dipastikan pendengar tidak akan yakin dengan pendapat yang dilontarkan orator. Berikut ini adalah format yang bisa digunakan untuk menilai pembacaan teks pidato.

Apa saja hal penting dalam berpidato?

Kemahiran berpidato diperoleh tidak dengan serta-merta, tetapi harus melalui latihan yang teratur dan berkelanjutan. Agar kita dapat berpidato dengan baik, ada beberapa hal yang harus dipersiapkan
  1. Menyelidiki pendengar dengan mengajukan pertanyaan, misalnya: siapa pendengarnya, jenis kelamin, pendidikan dan lain-lain.
  2.  Memilih topik atau tema hendaknya disesuaikan dengan kemampuan diri, mempunyai arti  atau kegunaan bagi pendengar dan lain-lain.
  3. Mengumpulkan bahan berdasarkan pengalaman,hasil penelitian, imajinasi, buku bacaan, media massa maupun media elektronik.
  4. Membuat kerangka pidato, caranya sama dengan membuat kerangka karangan lainnya, yakni: pembuka, isi, dan penutup.
  5. Mengembangkan pidato menjadi kerangka pidato.
  6. Latihan oral dengan vokal yang tepat, dengan suara yang nyaring

Agar pidato kalian dapat menarik minat dan perhatian pendengar perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut
  1.  kemukakan fakta dengan jelas,
  2. gunakan bahasa Indonesia yang baik sehingga mampu membangkitkan minat pendengar terhadap masalah yang kita sampaikan
  3.  berbicara secara wajar dan terbuka,
  4. sajikan materi dengan lafal dan intonasi yang tepat,
  5. gunakan mimik dan gerak-gerik secara wajar.

Jika seseorang berpidato tanpa menghiraukan cara penyampaian pidato, alhasil isi pidato itu tidak akan sampai kepada pendengar. Ada empat macam metode pidato yang bisa di pelajari
  1.  metode impromptu (serta-merta): berpidato tanpa persiapan,
  2. metode naskah: dalam berpidato pembicara membaca teks/naskah yang telah dipersiapka
  3. metode hafalan: dalam berpidato, pembicara menyampaikan isi naskah pidato yang telah dipersiapkan, dan
  4. metode ekstemporan (tanpa persiapan naskah): pidato dengan metode ini direncanakan dengan cermat dan dibuat catatan-catatan penting yang sekaligus menjadi urutan dalam uraian itu.

Jumat, 18 September 2015

Bagaimana Membaca dan Mengidentifikasi Sastra Melayu Klasik?

Membaca dan Mengidentifikasi Sastra Melayu Klasik
Sastra Melayu klasik merupakan salah satu ragam karya sastra lama yang menggunakan bahasa Melayu. Salah satu bentuknya adalah hikayat. Di dalam hikayat biasanya dikisahkan kebesaran dan kepahlawanan orang-orang ternama, para raja atau para orang suci di sekitar istana dengan segala kesaktian, keanehan, dan mukjizat tokoh utamanya. Kadang hikayat mirip dengan sejarah; bahkan ada hikayat yang berbentuk riwayat hidup. Hal itu sesuai dengan pengertian harfiah kata hikayat itu sendiri. Kata hikayat berasal dari bahasa Arab yang berarti ‘cerita’, ‘kisah’, atau ‘dongeng.’ Kata itu berasal dari kata kerja haka yang berarti ‘menceritakan’ atau  ‘mengatakan sesuatu kepada orang lain.’ Dalam bahasa Melayu kata hikayat berarti (i) cerita, cerita kuno, cerita lama, dalam bentuk prosa, atau (ii) riwayat, sejarah. Di samping itu, hikayat juga berarti ‘kenangkenangan’, sebagai lawan dari riwayat atau tarikh.

Berdasarkan penjelasan , dapat disimpulkan bahwa hikayat memiliki beberapa ciri, yaitu (i) bersifat lama, (ii) ditulis dalam bahasa Melayu, (iii) sebagian besar kandungan ceritanya berkisar dalam kehidupan istana, (iv) unsur rekaan merupakan ciri yang menonjol, dan (v) pada lazimnya hikayat mencakup bentuk prosa yang panjang. Berdasarkan isinya, hikayat paling tidak dapat dikelompokkan menjadi tiga, yaitu (a) sastra hikayat sebagai sastra historiografi tradisional yang berisi catatan dan riwayat mengenai suatu kerajaan, seperti Hikayat Patani, Hikayat Raja-raja Pasai, Hikayat Marong Mahawangsa, (b) sastra hikayat yang berisi cerita rekaan, seperti Hikayat Si Miskin, Hikayat Bayan Budiman, Hikayat Awang Sulung Merah Muda, dan (c) sastra hikayat yang berisi riwayat kehidupan atau biografi seseorang, seperti Hikayat Abdullah, Hikayat Sultan Ibrahim ibnu Adham, Hikayat Musa Munajat


Ragam isinya yang luas itu mengundang asumsi bahwa isi hikayat itu penting dalam kehidupan masyarakat Melayu dan dalam kebudayaannya. Tema dan masalah yang ada di dalam hikayat padaumumnya menyangkut soal kepercayaan, agama, pandangan hidup,adat-istiadat, dan sosial. Hikayat jenis cerita rekaan pada umumnyabertema keberanian yang dimiliki oleh para pahlawan. Selain itu, hikayat jenis rekaan juga bertema percintaan. Hikayat jenis sejarah dan biografi banyak yang bertema pendidikan, khususnya pendidikan moral.

Motif yang terdapat di dalam hikayat bermacam-macam, antara lain motif kelahiran, perkawinan, iman, impian, dan ahli nujum. Di dalam pelukisan tokoh hikayat, biasanya dipergunakan cara analitik, sedangkan watak tokoh pada umumnya adalah watak datar (flat character). Pencerita biasanya menempatkan diri sebagai orang ketiga, dengan menggunakan teknik diaan. Menempatkan pencerita sebagaiorang pertama hanya terdapat di dalam Hikayat Abdullah. Secara umum, pengidentifikasian hikayat hampir sama dengan pengidentifikasian prosa. Unsur-unsur intrinsik dan ekstrinsik yang ada dalam prosa juga muncul dalam hikayat. Satu ciri khas dalam hikayat adalah kebahasan hikayat didominasi bahasa Melayu.

Kamis, 17 September 2015

Bagaimana Mendengarkan Cerita serta Indentifikasi terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik?

Unsur intrinsik dan ekstrinsik akan selalu ada dalam setiap cerita, baik yang dituturkan maupun yang disampaikan secara tertulis. Umumnya, unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik dikaitkan dengan karya sastra yang berbentuk prosa. Dalam perspektif karya sastra, unsur intrinsik diartikan sebagai rangkaian unsur yang ada di dalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi tokoh dan penokohan, alur (jalan) cerita, setting (latar) cerita, point of view (sudut pandang penceritaan), teknik penceritaan, dan tema yang digunakan dalam cerita. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di luar karya sastra, yang meliputi, nilai sosial dan budaya yang dimunculkan dalam cerita, status sosial tokohnya yang dimunculkan, aspek moralitas dan religius yang digunakan dan banyak lagi unsurunsur lain (Sudjiman, 1988). Perhatikan penggalan cerita pendek yang dikutip dari Media Indonesia, 17 April 2005.

“Warga dengan sukacita ramai-ramai menjual tanah miliknya. Dan dalam waktu yang tidak begitu lama, hampir separuh tanah desa telah jatuh ke tangan investor. Orang-orang kaya baru bermunculan di desa yang sebelumnya dikenal terbelakang itu. Beberapa warga menggunakan uang hasil penjualan tanah untuk membiayai upacara ngaben yang tertunda, merenovasi rumah menjadi lebih modern.
...
Bukan cuma tanah adat milik warga yang diincar investor, tetapi juga tanah milik adat dan pelaba pura yang berlokasi di pinggiran pantai berpasir putih. Tanah pelaba pura seluas satu hektar itu sangat menggiurkan investor karena cocok dipakai untuk kawasan hotel. Tetapi, rencana investor terganjal oleh ketidaksediaan Mangku Teguh menandatangani surat pembebasan tanah itu. Padahal, satu minggu lalu dalam sebuah paruman desa tokoh-tokoh adat dan warga telah bersedia dan setuju menjual tanah adat dan pelaba pura yang ditaksir investor.


Keputusan paruman itu juga yang membuat Mangku Teguh murung. Ia kecewa dengan tindakan tetua adat. Ia merasa dilangkahi dan disepelekan, merasa nasihatnya tidak didengar. Namun sebelum paruman tetua adat pun telah melakukan pendekatan pada Mangku Teguh agar bersedia menandantangani surat pembebasan tanah pelaba pura. Karena ia tetap kukuh pada pendiriannya bahwa tanah pelaba pura tidak bisa dijual, para tetua adat kecewa tidak melibatkannya dalam paruman.”

Indentifikasi terhadap unsur intrinsik dan ekstrinsik bisa dilakukan dalam penggalan cerita pendek di atas. Dalam unsur intrinsik, tokoh Mangku Teguh dimunculkan dalam kondisi yang sudah berumur. Hal ini dijelaskan pada seringnya kambuh penyakit rematiknya, juga saat Mangku Teguh merasa tidak didengarkan pendapatnya karena ketidakhadirannya dalam paruman (rapat adat). Latar tempat yang digunakan pengarang adalah salah satu pesisir pantai di Pulau Bali.

Hal ini bisa diamati dari penggambaran penulis tentang tanah milik adat dan pelaba pura yang berada di pesisir pantai, pelaba pura merupakan salah satu tempat persembahyangan masyarakat Hindu terhadap Sang Hyang Widhi Wase. Dalam unsur ekstrinsik, nilai sosial dan budaya masyarakat Bali diangkat dalam latar budaya cerita di atas. Hal ini bisa diamati dari kegiatan adat yang dimunculkan dalam cerita, misalnya ngaben, paruman (rapat adat para tetua adat di Bali), dan banyak lagi unsur-unsur lainnya

Bagaimana langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang terjadidari Berbagai Sumber (Berita, Artikel, dan Buku?

Mendiskusikan Masalah dari Berbagai Sumber (Berita, Artikel, dan Buku
Masalah akan selalu ada dalam setiap kehidupan. Kita pun tentu pernah menghadapi sebuah permasalahan, baik permasalahan dengan teman, saudara, orang tua, guru dan lainnya. Sebuah permasalahan yang terjadi sebaiknya dicari solusi atau penyelesaian bagaimana baiknya, bukan ditinggalkan atau bahkan lari dari permasalahan yang terjadi. Begitu juga dengan permasalahan yangdimunculkan dalam teks, sebaiknya juga dicari solusi yang tepat.

Dalam menyelesaikan sebuah permasalahan yang terjadi tidak langsung diputuskan siapa yang bersalah, siapa yang dihukum dan cara seperti ini cara yang kurang tepat untuk menyelesaikannya. Namun terdapat beberapa tahap yang harus dilakukan untuk menyelesaikan permasalahan yang terjadi ataupun yang dimunculkan dalam teks. Berikut adalah langkah-langkah yang bisa diikuti untuk menyelesaikan sebuah permasalahan yang terjadi.
  1. Baca dan pahami substansi teks yang telah dipilih atau yang mengandung permasalahan.
  2. Daftar kata-kata sulit atau kata-kata khusus yang membutuhkan penjelasan atau pengertian. Selanjutnya berikan pengertian atau penjelasan pada kata tersebut dan sesuaikan dengan konteks  kalimat dari teks tersebut.
  3. Ringkas isi teks tersebut dan lakukan analisis terhadap permasalahan yang terkandung dalam isi teks tersebut
  4.  Diskusikan secara berkelompok permasalahan yang terkandung di dalam teks (dalam hal ini lakukan identifikasi terhadap inti permasalahan, penyebab permasalahan serta akibat dari permasalahan yang terjadi).
  5. Setelah diperoleh pemahaman yang cukup tentang permasalahan yang terjadi, berikan tanggapan serta prediksi penyelesaian dengan berbagai kemungkinan risiko yang akan terjadi.
  6. Selanjutnya lakukan berbagai pertimbangan atas beberapa penyelesaian. Sehingga akan ada penyelesaian yang terbaik di antara yang paling baik
  7.  Ungkapkan dalam forum solusi yang terpilih. Sebutkan pula alasan serta argumentasi yang mendukung pemilihan yang telah kita pilih. Persiapkan pula jawaban atas pertanyaan, tanggapan dan saran dari forum.

Bagaimana Mendiskusikan dan Mengemukakan Hal Menarik dari Isi cerpen?

Cerpen atau cerita pendek merupakan salah satu bentuk karya sastra yang berbentuk prosa, selain juga novel, roman, dan berbagai bentuk prosa yang lainnya. Kita  tentunya juga pernah membaca cerpen, saat ini cerpen sudah banyak dimuat tidak saja di majalahmajalah sastra tapi juga di media cetak. Ada banyak definisi yang diberikan para ahli tentang cerpen  (cerita pendek). Cerpen merupakan salah satu bentuk karangan fiksi yang habis baca sekali duduk. Ada juga yang mendefinisikan cerpen sebagai cerita yang memuat satu peristiwa dalam sebuah kehidupan yang dialami tokoh yang diciptakan pengarangnya dan banyak lagi pengertian-pengertian lain tentang cerpen. Hal ini sah-sah saja karena tiap orang memberikan pengertian dari sudut pandang yang berbeda, yang terpenting dalam hal ini tidak meninggalkan karakteristik cerpen dan berterima oleh masyarakat sastra.

Sebagai bagian dari karya sastra yang berbentuk prosa, cerpen juga tersusun dari rangkaian unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik. Unsur intrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di dalam karya sastra itu sendiri, yang meliputi tokoh dan penokohan, alur (jalan) cerita, setting (latar) cerita, point of view (sudut pandang penceritaan), teknik penceritaan, dan tema yang digunakan dalam cerita. Sedangkan unsur ekstrinsik merupakan rangkaian unsur yang ada di luar karya sastra, yang meliputi, nilai sosial dan budaya, status sosial, moralitas, religius dan banyak lagi unsur-unsur lain (Sudjiman, 1988). Semua unsur yang ada dalam karya sastra, baik dalam unsur intrinsik maupun dalam unsur ekstrinsik, memberikan poin tersendiri bagi karya sastra. Artinya tidak boleh ada perbandingan baik dan buruk antara karya sastra yang satu dengan karya sastra yang lain. Semua karya sastra memberikan cerita dan nilai kemenarikan yang berbeda baik menurut pembaca maupun masyarakat sastra. Nilai kemenarikan pada karya sastra itu bisa berada di unsur intrinsik maupun unsur ekstrinsik, semuanya tergantung pada apresiasi terhadap karya sastra itu sendiri. Seorang Pramoedya Ananta Toer dianggap sebagai sastrawan yang mampu menghadirkan karakteristik tokohnya yang begitu kuat, perhatikan penggalan berikut.


Empat belas tahun umurnya waktu itu. Kulitnya langsat. Tubuhnya kecil mungil. Matanya agak sipit. Hidung ala kadarnya. Dan jadilah ia bunga kampung nelayan sepenggal pantai keresidenan Jepara Rembang.

Penggalan di atas tidak hanya diamati dari segi intrinsik saja melainkan juga dari segi ekstrinsik. Dari segi intrinsik, pendeskripsian tokoh secara jelas menggambarkan sosok perempuan, dipertegas lagi dengan ungkapan kembang kampung nelayan membuat penokohan yang diciptakan itu adalah sosok perempuan yang memiliki kelebihan dari perempuan-perempuan lain yang ada di kampung nelayan tersebut. Dari segi ekstrinsik, tokoh di atas tinggal di kampung nelayan, khususnya di pesisir pantai dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai nelayan dan tidak jauh dari laut, perahu, ikan, jala, dan hal lain yang berhubungan dengan nelayan.

Hal-hal yang menarik tidak hanya yang diungkapkan secara nyata seperti penggalan di atas namun juga terdapat pada unsurunsur yang menyimpang dalam sebuah karya sastra. Seorang Iwan Simatupang dalam beberapa karya besarnya tidak mendeskripsikan tokohnya secara jelas bahkan cenderung samar. Poin inilah yang membuat karyanya dianggap menarik dari beberapa karyanya yang lain. Seorang YB. Mangunwijaya selalu menghadirkan karyanya dengan persoalan latar budaya yang rumit dan banyak lagi yang lainnya

Selasa, 15 September 2015

Apa saja jenis-jenis cara membaca ekstensif teks nonsastra?

Ada banyak jenis informasi yang bisa kita temui dan kita baca di media cetak. Namun tidak semua informasi yang ada mendapatkan perlakuan dengan teknik membaca yang sama. Jika informasi yang dibutuhkan adalah informasi yang membutuhkan pemahaman yang cukup mendalam, maka teknik membaca intensif merupakan teknik membaca yang sesuai untuk memahami isi informasinya. Jika informasi yang dibutuhkan sekilas dengan waktu yang relatif singkat maka teknik membaca ekstensif merupakan teknik yang tepat untuk memahami informasinya.

Membaca ekstensif merupakan salah satu bentuk kegiatan menyerap informasi secara luas. Objeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Secara umum membaca ekstensif digunakan untuk mendapatkan informasi secara global.

Berdasarkan jenisnya, membaca ekstensif dibedakan atas tiga jenis membaca.
a) Membaca survei (survey reading)
Sebelum kamu mulai membaca, maka kamu bisa meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kamu telaah. Kamu mensurvei bahan bacaan tersebut dengan jalan memeriksa dan meneliti indeks, daftar kata-kata yang ada dalam buku, judul-judul bab.

b) Membaca sekilas (skimming)
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mendapatkan informasi. Tujuan membaca sekilas adalah memperoleh suatu kesan umum dari suatu bacaan dan menemukan hal tertentu dari suatu bacaan.

c) Membaca dangkal (suferficial reading)
Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman secara umum atau informasi permukaannya saja.

Tingkat keberhasilan dari kegiatan berbahasa bisa diamati dengan kemampuan individu tersebut dalam melaksanakan kegiatan berbahasa yang lain. Hal ini juga berlaku pada kegiatan membaca. Kegiatan membaca ekstensif dikatakan berhasil jika pembaca mampu menyebutkan kembali isi informasi yang diserap, menyebutkan pikiran pokok dari informasi yang diserap, menyimpulkan isi informasi, menjawab pertanyaan seputar masalah isi informasi yang diserap dan yang lainnya.

Apa karakteristik puisi?

Ada banyak definisi puisi yang diberikan para ahli, dan hal tersebut sangat berterima. Namun secara umum puisi diartikan sebagai salah satu bentuk karya sastra yang berbeda dengan bentuk  karya sastra yang lain yang berupa prosa. Secara lebih rinci, sebuah puisi memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Menggunakan bahasa yang singkat dan padat yang dituangkan dalam bentuk bait-bait.
b. Bersifat konotatif dan imajinatif.
c. Memanfaatkan perlambangan (majas).
d. Ambiguitas (memberikan banyak penafsiran).

Berdasarkan bentuknya, puisi dibedakan atas dua bagian, yaitu puisi konvensional dan puisi inkonvensional. Puisi konvensional merupakan jenis puisi yang masih terikat oleh persajakan, pengaturan larik dalam setiap bait, dan jumlah kata dalam setiap larik, serta musikalitas puisi sangat diperhatikan. Dalam hal ini, yang tergolong di dalamnya adalah jenis-jenis puisi lama, misalnya pantun, syair, gurindam, bidal, talibun dan banyak lagi yang lainnya. Sedangkan puisi inkonvensional merupakan jenis puisi yang tidak terikat oleh pengaturan dalam penciptaan puisi. Meskipun demikian, dalam kedua bentuk puisi tersebut tetap terkandung ritme, rima, dan musikalitas


Sebagaimana dengan kegiatan membacakan puisi, mendengarkan pembacaan puisi juga merupakan kegiatan mengapresiasi karya sastra. Selain menikmati pembacaan isi puisi, pendengar puisi juga bisa melakukan perenungan terhadap unsur-unsur puisi, isi puisi, objek yang dimanfaatkan dalam isi puisi, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya serta pesan yang ingin disampaikan pengarang puisi dan banyak lagi yang lainnya. Sama halnya dengan kegiatan mendengarkan sebagai kegiatan berbahasa, kegiatan mendengarkan puisi dikatakan berhasil jika sang pendengar mampu menyebutkan isi puisi secara garis besar, makna yang terkandung di dalamnya, tema penulis, nilai-nilai dan pesan yang ada dalam puisi dan banyak lagi yang lainnya.

Apa pengertian Paragraf deskriptif dan karakteristik paragraf deskriptif?

Jika paragraf naratif merupakan paragraf yang mengisahkan suatu peristiwa atau kejadian, menggambarkan tempat dan urutan waktu. Sedangkan paragraf deskriptif merupakan paragraf yang menggambarkan sesuatu dengan jelas sehingga pembaca seolah-olah menyatakan atau mengalami sendiri hal atau peristiwa yang digambarkan

Paragraf deskriptif dapat pula disebut paragraf pemerian karena paragraf tersebut bertalian dengan usaha untuk memberikan perincian-perincian dari objek yang sedang dibicarakan atau diamati. Oleh karena itu sangat tepat jika paragraf deskriptif selalu digunakan untuk menggambarkan objek-objek hasil observasi. Jika penulis paragraf deskriptif bermaksud untuk memberikan pengalaman pada diri pembaca sehingga pembaca dapat memberikan kesan dan interpretasi terhadap objek tersebut, paragraf tersebut tergolong deskripsi sugestif. Jika penulis paragraf bertujuan untuk memberikan informasi tentang objek tertentu sehingga pembaca dapat mengenalnya, paragraf tersebut merupakan deskripsi teknis atau ekspositoris.

Berdasarkan hal tersebut, karakteristik paragraf deskriptif adalah sebagai berikut.
a. Berupa pemerian objek tertentu.
b. Objek yang dideskripsikan bersifat faktual.
c. Sifat-sifat objek yang dideskripsikan jelas.
d. Bertujuan memberikan pengalaman pada pembaca.
e. Memberikan sugesti pada pembaca sehingga pembaca memiliki kesan atau interpretasi tertentu

Perhatikan contoh paragraf deskriptif berikut
Barangkali pembaca mengenal bintang Antares, yaitu bintang yang paling terang di rasi Scorpio, warna bintang ini kemerah-merahan. Antares adalah sebuah bintang raksasa, jari-jarinya 300 kali jarijari matahari (atau 200 juta kilometer). Andaikan matahari memuai sebesar itu, planet-planet Merkurius, Venus, dan Bumi akan “tertelan” oleh matahari. Demikian besar bintang Antares tersebut, tetapi materi bintang ini renggang sekali, rata-rata hanyamengandung materi sebanyak 0,0001 gram  setiap cm3-nya.

Minggu, 13 September 2015

Sebutkan 4 unsur penting Paragraf yang baik dan berikan contoh penggunaan paragraf naratif?

Sebuah paragraf tersusun atas rangkaian kalimat utama dan beberapa kalimat penjelas. Jika tidak terdapat keduanya, maka belum bisa dikatakan sebagai paragraf. Paragraf yang baik setidaknya memuat 4 unsur berikut.
  1. Kesatuan (kohesi): sebuah paragraf dianggap memenuhi kriteria kesatuan apabila kalimat-kalimat dalam paragraf tersebut bersama-sama mendukung suatu hal atau tema tertentu. 
  2. Kepaduan (koherensi): sebuah paragraf dianggap memenuhi kriteria kepaduan apabila semua kalimat yang membangun paragraf saling terkait antara kalimat yang satu dan kalimat lainnya yang membentuk paragraf tersebut.
  3. Kelengkapan: sebuah paragraf dianggap lengkap jika paragraf tersebut dibangun oleh beberapa kalimat yang terdiri atas kalimat utama dan kalimat-kalimat uraian atau penjelas. d. Kevariasian: sebuah paragraf dinyatakan memenuhi kriteria kevariasian apabila kalimat-kalimat yang membangun paragraf tersebut bervariasi baik dari segi struktur kalimat, bentuk kata, maupun pilihan kata (diksi) yang digunakan

Berdasarkan letak kalimat utamanya, paragraf dibedakan atas paragraf deduktif, induktif, dan deduktif-induktif (campuran). Sedangkan berdasarkan teknik pemaparannya, paragraf dibedakan atas paragraf naratif, deskriptif, ekspositif, argumentatif, dan persuasif. Bilamana kita memanfaatkannya? Hal ini sangat bergantung pada kebutuhan dan tujuan penulisan paragraf. Paragraf naratif merupakan suatu bentuk paragraf yang berusaha menggambarkan suatu kejadian atau peristiwa dengan nyata sehingga seolah-olah pembaca melihat dan mengalami sendiri peristiwa atau kejadian tersebut. Unsur-unsur penting dalam paragraf naratif adalah unsur perbuatan atau tindakan, tempat dan rangkaian waktu. Oleh karena itu sebuah paragraf naratif seringkali digunakan dalam penulisan prosa dalam karya sastra. Paragraf naratif, biasanya mengisahkan suatu kehidupan yang dinamis dalam suatu rangkaian waktu (Keraf, 1994). Perhatikan contoh penggunaan paragraf naratif berikut.

“Pukul dua malam Marni bangkit. Mula-mula ia berjalan menuju kamar suaminya. Dipandangnya Parta yang tetap tertidur meskipun dengan tarikan-tarikan napas yang berat. Pundak lakilaki itu naik dan agak maju, ciri utama seorang penderita asma. Wajahnya pucat. Tulang pelipis dan tulang pipinya menyembul. Ketika rasa benci mulai merayap di hati Marni, ia berbalik ke dipan sebelah. Di sana kedua anaknya lelap. Kesucian dua bocah itu tergambar pada kedamaian wajah mereka. Marni hanya membetulkan letak selimut anaknya lalu keluar. Ia masuk ke kamar Tini. Ditatapnya wajahgadis itu lama-lama. Hidung itu persis hidung Karman, juga bibir Tini. “Anakku, kukira benar kata orang. Kau cantik. Mudah-mudahan kau lebih beruntung dalam hidupmu. Berbahagialah, besok kau akan bertemu dengan ayahmu. Oh kau tak tahu siapa sebenarnya yang lebih berhasrat berjumpa dengan ayahmu.”

Baerikan contoh kalimat dalam Memperkenalkan Diri dan Orang Lain dalam Forum Resmi ?

Memperkenalkan Diri dan Orang Lain dalam Forum Resmi
Sebelum memandu acara, seorang moderator akan memulai dengan memperkenalkan diri sebagai pihak yang akan memandu acara serta sekilas tentang identitas diri yang diperlukan sesuai dengan situasi dan kondisi. Terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan saat memperkenalkan diri dalam forum resmi. Pertama, jangan sampai muncul kesan menyombongkan diri. Kedua, jangan menghabiskan waktu terlalu lama saat memperkenalkan diri. Sama halnya dengan memperkenalkan diri, pada saat memperkenalkan orang lain (pembicara) dalam forum resmi juga perlu disebutkan identitas dan beberapa hal yang dibutuhkan.

Berikut ini adalah halhal yang umumnya disebutkan dalam memperkenalkan orang lain (pembicara).
a) Nama lengkap termasuk juga gelar.
b) Tempat dan tanggal lahir.
c) Alamat asal dan alamat tempat tinggal.
d) Pekerjaan dan atau jabatan.
e) Pengalaman yang berkaitan dengan pekerjaan atau jabatan.
f) Informasi yang dianggap sesuai dengan kebutuhan dan situas

Contoh
Assalamualaikum warrohmatullahi wabarakatuh. Selamat siang dan salam sejahtera untuk kita semua. Alhamdullilahhirabbil alamin, puji syukur kita panjatkan kepada Tuhan YME yang telah melimpahkan rahmat dan hidayahnya kepada kita semua sehingga kita dapat berkumpul di tempat dan acara yang sama dalam keadaan sehat walafiat. Amin amin ya rabbal alamin. Terimakasih saya ucapkan kepada Bapak, Ibu, teman-teman, tamu undangan yang telah hadir serta pihak panitia yang masih percaya pada saya untuk memandu kegiatan seminar sehari dengan tema

 “Pentingnya Memahami Bahaya Narkoba.” Singkat kata, perkenalkan nama saya Alfitriana Mufida atau biasa dipanggil dengan nama Alfi. Saat ini saya duduk di kelas X6 dan juga tergabung dalam kepengurusan bidang penalaran OSIS SMAN 1 Malang. Mengalir seperti air yang menjadi motto hidup saya dan tidak berbeda dengan teman-teman yang lain, saya selalu ingin menjadi pelajar yang baik untuk selalu berusaha menyakinkan diri untuk bisa mengucapkan say no to drug.


Bagaimana Menulis Puisi Berdasar Pengalaman?

Menulis Puisi Berdasar Pengalaman
Apakah kita  senang menulis puisi? Dari mana sumber inspirasi menulis puisi? Puisi
merupakan ungkapan hati. Sumber inspirasi dalam menulis puisi dapat berasal dari bermacammacam hal. Seperti, perasaan kita, seseorang, keindahan alam, peristiwa yang terjadi, hewan kesayangan, pikiran kita khayalan , atau hal-hal yang lain. Pengalaman yang kita alami pun dapat menjadi sumber inspirasi. Setelah mendapatkan sumber inspirasi, lalu bagaimana cara menuliskannya menjadi puisi? Menulis adalah merangkai kata-kata. Perbanyaklah kosakatamu sehingga kita  dapat merangkai kata-kata dengan baik dan menulis puisi yang indah. Agar puisi yang kita tulis menjadi menarik, pergunakanlah imajinasi kamu sekreatif mungkin.

Ketika kita  menulis puisi, bentuk puisi tidak harus berwujud bait demi bait yang terdiri dari beberapa baris. Kamu dapat menulis sesuai dengan keinginanmu sendiri. Kadang-kadang, puisi dibuat dengan wujud atau bentuk tertentu. Seorang penyair dapat menulis puisi ciptaannya seperti prosa atau paragraf. Ada pula yang menulis puisi berbentuk lingkaran, atau bentuk-bentuk lain. Pada umumnya, melalui bentukbentuk puisi tersebut, penyair ingin menyampaikan suatu maksud. Selain itu, ada juga yang sekadar gaya saja tanpa maksud tertentu, hanya untuk membuat puisi yang ditulis terlihat menarik dan berkarya seni. Bentuk puisi yang bebas menurut keinginan sang penyair tersebut merupakan puisi modern. Dalam puisi lama, penulisan puisi terikat oleh syarat-syarat tertentu. Syarat-syarat tersebut, antara lain:

1. irama,
2. persamaan bunyi/sajak,
3. pengelompokan baris,
4. pemilihan kata-kata yang tepat,
5. jumlah baris pada setiap bait,
6. banyaknya suku kata pada setiap baris

Berikut beberapa contoh penulisan puisi.
Aku Cinta Kamu
Saat kupejamkan mataku
pesona- Mu melintas dalam pikirku
saat kubuka kedua mataku
Kauberi aku senyum termanis milik-Mu

Kala ku termenung dalam kesenyapan
Kau temani aku lewati dasah napasku
kala langkahku tanpa arah tujuan
Kaubawa aku dalam lautan teduh-Mu
Jika Kau lihat kesedihan tengah menderaku
Kau beri aku peluk suka cita-Mu
di masa aku penuh kebahagiaan
 

Kau manjakan aku dengan luapan kasih-Mu
Ketika aku mulai melupakan hadir-Mu
Kau getarkan rindu dalam kalbuku
Ketika aku pun meragukan kesetiaan-Mu
Kau rengkuh hatiku dan berkata,"Aku mencintaimu"

Selalu …..
Kau ulurkan tangan buatku
Kau dekap aku dalam hangat cinta-Mu
Cinta yang suci, tulus dan abadi
terucap janji
kau tak kan terganti

Jelaskan penggunaan kata ulang dan kata sandang?

Kata Ulang

1. Pengertian
Kata ulang adalah kata yang terdiri dari perulangan kata dasar.
Contoh:
kata → kata-kata gerak → gerak-gerik
senang → senang-senang sayur → sayur-mayur
tiba → tiba-tiba lauk → lauk-pauk
balik → bolak-balik baik → baik-baik


2. Kata dasar kata ulang
a. Berdasarkan bentuknya
1) Kata asal, misalnya, takut-takut, tiba-tiba, makan-makan, bolak-balik,
gerak-gerik, dan sebagainya.
2) Kata bersambungan, misalnya, makanan-makanan, berjalan-jalan,
hulubalang-hulubalang, dan sebagainya.
b. Berdasarkan jenis katanya
1) Kata keadaan, misalnya, takut-takut, baik-baik, dan sebagainya.
2) Kata kerja, misalnya, makan-makan, minum-minum, tiba-tiba, dan sebagainya.
3) Kata benda, misalnya, hulubalang-hulubalang, makanan-makanan, baju-baju,
dan sebagainya.
4) Kata bilangan, misalnya, satu-satu, sepuluh-sepuluh, dan sebagainya.
5) Kata ganti, misalnya, apa-apa, siapa-siapa, dan sebagainya.

3. Pengulangan kata dasar
Ada empat cara dalam mengulang kata dasar, yaitu sebagai berikut.
a. Mengulang seluruh kata dasarnya, contohnya:
takut → takut-takut datang → datang-datang
tiba → tiba-tiba tanda → tanda-tanda
b. Mengulang sebagian dari kata dasarnya, contohnya:
berjalan → berjalan-jalan sama → sesama
memukul → memukul-mukul tangga → tetangga
berlari → berlari-lari berapa → beberapa
c. Mengulang kata dasar sekaligus dengan afiksasi, contohnya:
malas → bermalas-malas
tinggi → setinggi-tingginya
pandai → sepandai-pandainya

d. Mengulang kata dasar dengan perubahan, contohnya:
balik → bolak-balik gerak → gerak-gerik
sayur → sayur-mayur mandir → mondar-mandir


Arti perulangan
a. Menguatkan, misalnya,
1) Malam ini sunyi-senyap (amat sunyi).
2) Pesta di rumah terdengar hiruk-pikuk (sangat hiruk = ribut).

b. Kebanyakan, pada umumnya, selalu dalam keadaan, misalnya,
1) Pemain basket di tim itu tinggi-tinggi (pada umumnya tinggi).
2) Bayi di pemukiman itu sehat-sehat (kebanyakan sehat).


c. Agak atau sedikit, misalnya,
1) Bunga itu hampir layu, warnanya merah kecokelat-cokelatan (agak cokelat).
2) Akibat terjatuh dari pohon, anak itu berjalan terpincang-pincang (sedikit pincang).

d. Paling, bagaimanapun, …mungkin, misalnya,
1) Nilai agar dapat lulus UAN serendah-rendahnya 5,0 (paling rendah).
2) Potonglah sayuran itu sekecil-kecilnya (sekecil mungkin).
3) Sejahat-jahatnya manusia, suatu saat pasti akan bertobat (bagaimanapun jahatnya).

e. Berulang-ulang, misalnya,
1) Jangan berteriak-teriak di sini, mengganggu orang!
2) Adik mencari ibu sambil memanggil-manggil namanya.

f. Saling, misalnya,
1) bersalam-salaman
2) berpeluk-pelukan

g. Bermacam-macam, misalnya,
1) buah-buahan
2) lauk-pauk
3) sayur-mayur

h. Menyerupai, misalnya,
1) kuda-kudaan
2) anak-anakan
3) langit-langitan

i. Menyatakan jumlah, misalnya,
1) sedikit-sedikit
2) masing-masing
3) satu-satu

j. Selalu, misalnya,
1) Ibu membela-belai adik untuk menunjukkan kasih sayangnya.
2) Hatinya sedih karena setiap hari dimaki-maki oleh pamannya.

Kata Sandang

Kata sandang dipergunakan untuk menegaskan kata yang dilekati atau yang mengikutinya.
Pemakaian kata sandang adalah sebagai berikut.
1. Yang, sebagai kata sambung berfungsi
  •  menegaskan dan memberi ketentuan kepada kata benda, misalnya, yang lakilaki, yang perempuan,
  • membedakan, misalnya, yang hitam, yang panjang, yang tidur.

2. Si, biasanya digunakan di depan nama orang atau binatang yang kurang dihormati.
   Contohnya: Si kancil, Si maman, Si buta, Si cebol, dan sebagainya.
3. Sang, untuk menyebutkan seseorang atau sesuatu yang dihormati.
    Contohnya: sang raja, sang Pencipta, sang Merah Putih, sang prabu, dan sebagainya

Sabtu, 12 September 2015

Bagaimana Merefleksi isi puisi?

 Merefleksi isi puisi
Merefleksi adalah mencerminkan kata atau ucapan seseorang. Merefleksi isi puisiialahmencerminkan kata-kata yang terdapat dalam puisi. Dapat diartikan pula memahami
makna puisi.

Makna atau isi puisi seringkali disampaikan secara tersirat dan bukan secara terangterangan. Terkadang seorang penyair menggunakan kata-kata simbolik atau ungkapan tertentu dalam menyampaikan isi atau pesan suatu puisi. Hal ini membuat puisi terkadang sulit untuk dipahami. Akan tetapi, hal tersebut juga menjadikan puisi lebih indah. Bagi pecinta puisi, keindahan kata-kata dalam puisi dapat memunculkan perasaan atau emosi tertentu. Namun, puisi tidak harus selalu menggunakan kata-kata yang berbelit-belit. Dalam memahami makna puisi diperlukan kejelian dan kecermatan dalam membaca kata-kata dalam puisi. Bahasa yang digunakan seringkali berbeda dengan bahasa seharihari  dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat  dengan pemilihan kata yang tepat, tersusun indah serta bermakna kuat.
  1.  Bila cinta memanggilmu, ikutlah dia. Walaupun jalannya terjal penuh liku. Bila sayapnya merengkuhmu, pasrahlah. Walau pedang di sela sayap itu melukaimu. (Kahlil Gibran, "Bahasa Cinta")
  2. Dalam kesunyian aku meratap, dalam keramaian aku mengeluh. Meratapi jalan terjal penuh liku. Kabut gelap mengusik jiwa letihku. Sunyi-sepi-aku bosan. Meskipun terkadang isi puisi diungkapkan secara tersirat oleh pengarangnya, kamu dapat menduga atau menafsirkan isinya dengan melihat judul puisi.

merefleksi isinya. Pemilihan dan penyusunan kata terdengar sangat indah. Pengarang menggunakan suku kata -uh- pada setiap akhir baris sebagai penguat dalam puisi itu. Meskipun terlihat sulit dipahami, pengarang memberikan penjelasan maksud puisi pada baris akhir tiap bait

Perhatikan juga puisi berikut!
"Buku"
Memang hanya deretan aksara
Kadang gambar juga
Dan tak bermakna apa-apa
Jika hanya diletakkan di meja
Atau tertata di tempatnya
Tapi jika kita baca
Ia akan memberikan
Semua yang dimilikinya
Karsono H. Saputra (Kumpulan Puisi Anak-Anak)

puisi berjudul "Buku" ini jelas sekali
isinya. Puisi tersebut mengatakan bahwa buku akan menjadi berguna apabila dibaca
sebab dengan membaca, kita akan memperoleh pengetahuan yang ada dalam bukutersebut.

Puisi tidak hanya bersumber dari pengalaman penyair atau orang lain. Puisi juga dapat berasal dari hasil pengamatan dan pemikiran penyair terhadap suatu hal. Dapat juga merupakan ungkapan perasaan penyair terhadap seorang atau sesuatu, misalnya rasa kagum, rasa cinta, rasa sedih, atau yang lainnya. Puisipuisi berikut merupakan contoh.

Oh, Guruku
pedih dan pedasnya jari
napas yang sesak akibat debu kapur
tak menyerahkan niat luhur
tak meluluhkan niat luhur
maju dan pesatnya ilmu pengetahuan
semua tumbuhkan hasrat mendidik
 

oh, guruku
kau laksana pelita dalam gulita
jasamu tak terbeli
entah kata apa yang pantas kuucap
sebagai tanda terima kasih

untaian kata indah
halusnya rajutan sutra
tak sebanding, tak cukup
'tuk seorang pahlawan
tanpa tanda jasa sepertimu
Eni Nuraini


Penjual Sayur…
Aku tahu kau sangat lelah
Bekerja dari pagi sampai petang
Tanpa kenal waktu
Ketika mentari terbenam
Kau tinggalkan pasar
Dengan buah tangan
Kau bawakan untuk anak-anakmu
Penjual sayur…
Dengan senyum ramahmu
Kau penuhi kebutuhan hidupku
Terima kasih … sayurmu



Puisi dengan judul "Oh, Guruku" dan "Penjual Sayur" merupakan ungkapan kekaguman penulis terhadap jasa guru dan penjual sayur. Guru sebagai seorang pendidik digambarkan oleh penyair sebagai seorang pahlawan, yang begitu besar jasanya bagi maju dan berkembangnya ilmu pengetahuan. Guru merupakan seorang yang tak pernah menyerah dan tak kenal lelah. Wujud kekaguman penyair diungkapkan dengan kalimat sebagai berikut.
Kau laksana pelita dalam gulita
Jasamu tak terbeli


Pada puisi "Penjual Sayur", penyair mengungkapkan kekagumannya terhadap penjual sayur yang bekerja sepanjang hari dan tanpa mengenal waktu. Meskipun merasa lelah, penjual sayur tetap tersenyum ramah dalam melayani. Kekaguman dan ungkapan penyair diungkapkan lewat kalimat berikut.
Aku tahu kau sangat lelah
Bekerja dari pagi sampai petang
Tanpa kenal waktu
Dengan senyum ramahmu
Kau penuhi kebutuhan hidupku
Terima kasih … sayurmu

Bagaimana menyimak pembacaan puisi dan Membaca Tabel atau Diagram?

Puisi merupakan sarana penyaluran perasaan dan pikiran. Ada beberapa bentuk mengapresiasi puisi, yaitu pembacaan, deklamasi, dramatisasi, dan musikalisasi puisi. Dapatkah kita membedakan bentuk-bentuk tersebut? Idealnya, menikmati puisi adalah menyimak pembacaan puisi tersebut. Oleh karena itu, pembaca puisi harus dapat menggambarkan perasaan, situasi, kondisi, dan peristiwa dalam puisi. Adapun hal-hal yang perlu diperhatikan dalam menyimak pembacaan puisi adalah
a. pelafalan, yaitu cara membunyikan atau melafalkan huruf
b. volume suara, yaitu tingkat kenyaringan atau kekuatan suara
c. intonasi, yaitu perubahan nada (naik-turun, tinggi-rendah)
d. ekspresi, yaitu perubahan raut wajah untuk memperlihatkan perasaan tertentu


Sajak Ingat Ibu
Oleh Yudhistira Ardi Noegraha
Padahal dulu tak pernah terpikir
bahwa semua akan dialami
Lalu sekarang sesudah merasa dewasa
juga perasaan ingin berbakti itu
Mungkin akan tiba saatnya
Seorang anak, menangis di negeri orang
Lantas ingin pulang, tapi tak punya harapan

Dan akhirnya hanya doa
semoga ibu tak lekas mati
supaya anaknya sempat kembali
dan bercerita tentang hidup senang serba kecukupan
seperti dalam dongeng-dongeng


Puisi tersebut menggambarkan perasaan rindu terhadap sosok ibu. Oleh karena itu, jikadibacakan, maka menggunakan intonasi yang rendah dengan ekspresi yang mengiba.

Membaca Tabel atau Diagram
1. Menentukan informasi secara cepat dalam tabel/diagram Dalam suatu wacana, tabel atau diagram berfungsi memperjelas uraian. Melalui tabel atau diagram, kamu dapat menemukan informasi secara cepat, lengkap, dan jelas.



Apa pengertian tabel atau diagram? Tabel merupakan bentuk menyajikan informasi berisi ikhtisar suatu informasi. Data yang disajikan dalam tabel berupa kata-kata dan bilangan yang disusun secara rapi dan sistematis dalam lajur dan deret tertentu. Adapun diagram merupakan gambaran naik turunnya suatu keadaan yang menggu-nakan garis atau gambar

Jumat, 11 September 2015

Cara Menulis Puisi tentang Keindahan Alam?

Menulis Puisi tentang Keindahan Alam
Membaca puisi tentu sudah sering kita  lakukan. Banyak puisi di surat kabar, majalah, maupun buku-buku yang dapat kita baca. Dalam menulis puisi, ada beberapa hal yang perlu di perhatikan, yaitu
1. Menentukan tema
Banyak tema yang dapat kita angkat dan tuangkan dalam bentuk puisi. Misalnya, keindahan alam, kasih sayang, maupun masalah kehidupan lain yang ada di sekitarmu.

2. Suasana puisi
Suatu puisi menggambarkan perasaan, pikiran, dan keinginan penulis terhadap apa yang dirasa, didengar, maupun dilihat oleh indra mereka. Pengungkapan penulisan puisi yang satu berbeda dengan yang lain. Puisi yang menyatakan kebahagian akan menggunakan bahasa yang indah, lembut, dan romantis, sementara puisi yang menyatakan ketidaksukaan atau protes diungkapkan dengan bahasa yang sinis, lugas, keras, dan sebagainya.

3. Mendaftar kata-kata yang dianggap cocok
Puisi diwarnai oleh ungkapan maupun kiasan. Misalnya, Tuhan, aku telah berdusta selalu dan menjauh darimu. Kata yang dicetak miring akan terdengarindah dan memiliki nilai rasa daripada kata penuh salah.

4. Memilih diksi
Diksi atau pilihan kata akan sangat menentukan keindahan dan kebermaknaan puisi. Kata-kata dalam puisi cenderung konotatif dan kias sehingga akan memberikan nilai rasa tertentu. Misalnya, Hidupnya yang malang selalu bermandikan (air mata, peluh, keringat). Kata yang tepat adalah air mata.
5. Menulis puisi
Setelah menentukan tema, suasana, dan diksi, kita  dapat menyusun puisi secara utuh. Inspirasi yang dapat membantu mengembangkan imajinasimu, misalnya mimpi, harapan, fantasi, benda, bunga, maupun alam.

Laut
Amal Hamzah
Berdiri aku di tepi pantai
Memandang lepas ke tengah laut
Ombak pulang memecah berderai
Keribaan pasir rindu berpaut
Ombak datang bergulung-gulung
Balik lagi ke tengah segara
Aku takjub berdiri termangu
Beginilah rupanya permainan masa
Hatiku juga seperti dia
Bergelombang-gelombang memecah pantai
Arus suka beralih duka
Payah mendapat perasaan damai


Puisi tersebut mengambil tema keindahan laut. Hal tersebut dapat dilihat dari pemilihan judul dan hal-hal yang tergambar dalam puisi tersebut. Misalnya, ombak bergulung yang datang ke pantai. Di samping itu, kata berderai dan berpaut menambah keindahan puisi tersebut.

Apa pengertian kata ganti orang atau pronomina persona dan Menggunakan Kata Penghubung atau Kata Depan?

Apa pengertian kata ganti orang? Kata ganti orang atau pronomina persona adalah kata
yang mengganti orang yang lebih dulu disebut. Kata ganti orang terdapat atas:
1. kata ganti orang pertama, yaitu kata ganti yang mengacu pada diri sendiri
2. kata ganti orang kedua, yaitu kata ganti yang mengacu pada orang yang diajak bicara
3. kata ganti orang ketiga, yaitu kata ganti yang mengacu pada orang yang dibicarakan.
Ketiga jenis kata ganti tersebut dibedakan menjadi dua kelompok, yaitu yang mengacu
pada makna tunggal dan mengacu pada makna jamak. Agar lebih jelas, perhatikan
tabel berikut!


Mengubah Teks Wawancara Menjadi Narasi
pewawancara dan narasumber. Untuk menceritakan atau menyampaikan kembali hasil
wawancara kepada orang lain, teks wawancara perlu diubah dalam bentuk narasi. Narasi
merupakan bentuk karangan pengisahan suatu cerita atau kejadian. Agar kita dapat menarasikan teks wawancara dengan baik, lakukan langkah-langkah
berikut.
1. Bacalah teks wawancara dengan cermat.
2. Catatlah pokok-pokok isi wawancara.
3. Buatlah pengantar ke arah isi wawancara.
4. Narasikan isi wawancara dengan mengembangkan pokok-pokok isi.
5. Lengkapilah narasi dengan bagian penutup.

Menggunakan Kata Penghubung atau Kata Depan
1. Kata penghubung
Kata penghubung atau konjungsi merupakan kata yang digunakan untuk
menghu-bungkan dua unsur kalimat. Misalnya, dan, tetapi, karena, sedangkan,
jika, dengan, dan sebagainya.

2. Kata depan
Kata depan atau preposisi merupakan kata-kata yang terletak di muka kata
benda dan menjadi bagian dari unsur keterangan di dalam kalimat. Misalnya, di,
ke, dari, dalam, pada, dan sebagainya

Bagaimana Mendengarkan wawancara dan apa saja Unsur-unsur yang termuat dalam cerpen?

Mendengarkan wawancara
Kita tentu sering melihat ataupun mendengarkan wawancara, Wawancara
dilakukan untuk memperoleh keterangan ataupun pendapat tentang suatu masalah. Orang
yang mewawancara disebut pewawancara, sedangkan orang yang diwawancarai disebut
narasumber


 Menyimpulakan pikiran, pendapat, dan gagasan narasumber
Setelah mencatat pokok-pokok isi wawancara tersebut, kita  dapat menyimpulkan pikiran, pendapat, dan gagasan dari narasumber. Penyimpulan pikiran, pendapat, dan gagasan dari  narasumber tersebut dapat kita lakukan dengan merangkai pokok-pokok wawancara secara padat dan singkat

Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen
Cerpen atau cerita pendek, yaitu cerita rekaan yang memusatkan diri pada satu tokoh
dalam satu situasi dan satu waktu hingga memberikan kesan tunggal terhadap pertikaian
yang mendasari cerita tersebut. Jika kita  membaca cerpen, harus memerhatikan beberapa
unsur. Unsur-unsur yang termuat dalam cerpen adalah sebagai berikut
  1. Tema, yaitu sumber gagasan atau ide cerita yang dikembangkan menjadi sebuakarangan.
  2.  Alur, yaitu unsur peristiwa sebab-akibat yang menjalin suatu cerita
  3.  Penokohan, yaitu pelaku-pelaku dalam cerita
  4. Setting atau latar, yaitu waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang dalam menyusun cerita  
  5. Sudut pandang, yaitu tempat atau letak di mana seseorang melihat objek karangan. Apabila pengarang dalam bercerita menyebutkan nama aku, berarti menggunakan sudut pandang orang pertama. Apabila pengarang menyebut dia, berarti menggunakan sudut pandang orang kedua, sedangkan jika pengarang bebas menceritakan apa yang dialami oleh semua tokoh, berarti menggunakan sudut pandang serba tahu.

Membaca cerpen merupakan membaca indah. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam membaca indah, yaitu:
1. memahami karya sastra yang akan dibaca,
2. membaca dengan lafal yang jelas dan intonasi yang tepat,
3. membaca dengan wajar sebagaimana layaknya orang berbicara,
4. kesesuaian ekspresi dengan pokok-pokok gagasan yang terkandung dalam teks.


Kamis, 10 September 2015

Bagaimana Menggunakan Kata Acuan, Kata Sapaan, dan Kata Gelar serta Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen?

Menggunakan Kata Acuan, Kata Sapaan, dan Kata Gelar
Perhatikan kalimat berikut!
1. Apakah Ibu pernah berkunjung ke negeri seribu bumbu?
2. Titipan Bu Sadino akan segera saya berikan pada Ibu hari ini.
3. Di pesta pernikahan Dimas dan Laras, hadir seorang ibu yang sangat misterius.
Ketiga kalimat di atas menggunakan kata kekerabatan, yaitu Ibu. Pada kalimat (1) kata ibu ditulis dengan huruf kapital, pada bagian awal karena sebagai kata sapaan. Pada kalimat (2) kata tersebut merupakan kata acuan, yakni kata yang digunakan untuk menyebut orang ketiga dan penulisannya diawali dengan huruf kapital. Adapun pada kalimat (3) kata tersebut ditulis dengan huruf kecil karena murni sebagai kata kekerabatan. Kata tersebut jika diikuti dengan nama diri, maka ditulis dengan huruf kapital. Misalnya Bapak  Widodo, Paman Karta, dan sebagainya

Kata gelar biasanya digunakan untuk profesi maupun nama yang diikuti oleh
gelar baik pendidikan maupun jabatan. Apabila diikuti oleh nama, maka penulisannya
diawali dengan huruf kapital. Perhatikan contoh berikut!
1. Anak penjual bakso itu berhasil menjadi insinyur.
2. Kepada Bapak Camat, kami persilakan.
3. Anak-anak berangkat didampingi Bapak Kepala Sekolah.
4. Penelitian itu dipimpin oleh Profesor Khairani

Menanggapi Cara Pembacaan Cerpen

Cerpen atau cerita pendek, yaitu cerita rekaan yang memusatkan diri pada satu tokoh
dalam satu situasi dan satu waktu hingga memberikan kesan tunggal terhadap pertikaian
yang mendasari cerita tersebut. Jika kita membaca cerpen, harus memerhatikan beberapa
unsur. Unsur-unsur yang termuat dalam cerpen adalah sebagai berikut.
  1. Tema, yaitu sumber gagasan atau ide cerita yang dikembangkan menjadi sebuah karangan.
  2.  Alur, yaitu unsur peristiwa sebab-akibat yang menjalin suatu cerita.
  3. Penokohan, yaitu pelaku-pelaku dalam cerita.
  4.  Setting atau latar, yaitu waktu dan tempat serta keadaan sosial yang digunakan pengarang dalam menyusun cerita.
  5.  Sudut pandang, yaitu tempat atau letak di mana seseorang melihat objek karangan.
Apabila pengarang dalam bercerita menyebutkan nama aku, berarti menggunakan sudut pandang orang pertama. Apabila pengarang menyebut dia, berarti menggunakan sudut pandang orang kedua, sedangkan jika pengarang bebas menceritakan apa yang dialami oleh semua tokoh, berarti menggunakan sudut pandang serba tahu.

Membaca cerpen merupakan membaca indah. Ada beberapa hal yang perlu
diperhatikan dalam membaca indah, yaitu:
1. memahami karya sastra yang akan dibaca,
2. membaca dengan lafal yang jelas dan intonasi yang tepat,
3. membaca dengan wajar sebagaimana layaknya orang berbicara,
4. kesesuaian ekspresi dengan pokok-pokok gagasan yang terkandung dalam teks

Rabu, 09 September 2015

Bagaimana cara menulis pengumuman dan berikan contoh macam-macam pengumuman?

Menulis Pengumuman
Pengertian pengumuman dan jenis pengumuman telah kita bahas pada pelajaran yang lalu. Pada pelajaran kali ini, kamu akan belajar membuat pengumuman. Dalam membuat pengumuman, kita  harus menggunakan bahasa yang efektif dan komunikatif. Bahasa efektif artinya ditulis dengan bahasa yang singkat, lugas, dan langsung menjelaskan pada inti permasalahan. Adapun bahasa yang komunikatif adalah bahasa yang mudah dipahami oleh pembaca dan pendengar
 Contoh-contoh pengumuaman


Setelah membaca contoh-contoh pengumuman tersebut, apakah contoh tersebut menggunakan bahasa yang efektif dan komunikatif Bagaimana, artikulasi, lafal, intonasi, dan jeda.

Jelaskan penggunaan kata seru dan cara membaca teksPerangkat Upacara?

Kata seru
Kata seru yang dipakai dalam suatu kalimat menambah jelas maksud kalimat.
Kata seru yang menyatakan rasa hati
1. Kata seru yang menyatakan rasa heran
Contoh:
a. Oh, Nyonya! Kendi ini terbuat dari emas!
b. Aduh, indahnya tanduk itu!

2. Kata seru biasa
Contoh:
a. Barang bagus! Barang bagus!
b. Kendi ini tidak bagus!
3. Kata seru yang menyatakan sakit
Contoh:
Aduh! Kakiku sakit.
4. Kata seru yang menyatakan rasa kesal
Contoh:
a. Pergi sana! Jangan dekat-dekat!
b. Ini jalanku! Aku yang lebih dulu berada di sini!
5. Kata seru yang menyatakan minta perhatian
Contoh:
a. Oh, Nenek! Maukah Nenek membelikanku sesuatu?
b. Oh, itu di sana! Lihatlah!

Membaca teks Perangkat Upacara
Membaca adalah suatu kegiatan dalam kehidupan sehari-hari. Selain untuk kepentingan sendiri, membaca juga berfungsi untuk orang lain. Kegiatan membaca tidak dapat lepas dari kehidupan, contohnya kita setiap hari mendengar berita di radio, kita juga sering melihat pembacaan berita di televisi dengan gaya pembacaan yang berbeda-beda sesuai dengan tujuan dari teks itu sendiri. Cara membaca yang tidak benar akan menimbulkan makna yang berbeda, hasilnya akan terdengar kurang jelas atau tidak dapat dinikmati dengan baik oleh pendengar. Teks resmi atau teks yang dibacakan pada acara resmi memiliki gaya pembacaan yang berbeda. Membaca teks upacara sekolah, sesuai dengan sifatnya yang resmi maka teks harus dibacakan dengan gaya yang terkesan resmi, tegas, jelas, dan khidmat.

Setiap hari Senin, di sekolah-sekolah selalu diadakan upacara bendera. Sekolah-sekolah juga mengadakan upacara peringatan pada hari-hari tertentu, seperti hari Sumpah Pemuda, hari Pendidikan Nasional, hari Pahlawan, hari Kebangkitan Nasional, dan sebagainya. Teksteks yang biasa dibacakan saat upacara sekolah, antara lain: teks Pancasila, teks Pembukaan, dan teks Undang-Undang Dasar 1945.

Agar kita  dapat membaca teks-teks tersebut dengan benar, perhatikanlah hal-hal di berikut.
a. Bersikaplah tenang jangan gugup.
b. Ucapkan setiap kata dengan jelas dan benar.
c. Perhatikanlah intonasi kalimat agar terdengar jelas.
d. Sesekali pandanganmu terarah kepada peserta upacara.
e. Berbicaralah dengan keras, tetapi jangan berteriak.
f. Bacalah teks-teks tersebut dengan lancar dan jangan tergesa-gesa.

Sebelum kita melaksanakan tugas membaca teks tersebut di depan peserta upacara, berlatihlah membaca teks berulang-ulang sampai kamu dapat membaca dengan lancar. Minta tolonglah kepada salah seorang teman atau saudaramu untuk mendengarkan pendapat tentang kelancaran, kecepatan, sikap, intonasi, dan volume suaramu. Jika ada yang salah cara membacamu perbaikilah Selain teks Pancasila dan UUD 1945, masih ada teks perangkat upacara yang lain, misalnya teks susunan acara upacara, teks ikrar siswa Indonesia, dan teks doa.

Selasa, 08 September 2015

Jelaskan pengertian surat pribadi dan Format surat pribadi?

Surat merupakan salah satu alat komunikasi yang masih banyak digunakan. Ada dua macam jenis surat, yaitu surat kedinasan dan surat pribadi. Surat kedinasan adalah surat yang ditulis berkaitan dengan kepentingan kedinasan, kelembagaan. Pada umumnya, surat kedinasan bersifat resmi dan dibubuhi stempel. Adapun surat pribadi adalah salah satu bentuk surat-menyurat yang ditulis seorang sebagai pribadi dan tidak berkaitan dengan kedinasan. Pada umumnya, surat pribadi bersifat tidak resmi dan berisi masalah-masalah pribadi.

Meskipun bersifat tidak resmi, ada hal-hal yang perlu diperhatikan dalam membuat surat pribadi, antara lain etika dan sopan-santun berkirim surat. Bahasa yang digunakan dalam surat pribadi tergantung dari orang yang menerima surat. Misalnya, menulis surat kepada guru berbeda bahasanya dengan menulis surat kepada sahabatmu. Apabila kita menulis surat kepada guru, sebaiknya menggunakan bahasa baku atau formal. Lain halnya jika kita  menulis surat kepada sahabatmu, tidak harus menggunakan bahasa baku tetapi dapat memakai bahasa santai atau bahasa yang biasa kita  pakai dalam pergaulan sehari-hari. Seperti surat-surat yang lain, surat pribadi juga mempunyai format atau pola tertentu.

1. Format surat pribadi
Contoh:

Dari contoh tersebut, terlihat pola penulisan surat pribadi. Pola atau format
tersebut adalah sebagai berikut.
a. Kota dan tanggal surat.
b. Nama dan alamat penerimaan surat (sering kali tidak ditulis karena biasanya
sudah dicantumkan pada amplop surat).
c. Salam pembuka.
d. Paragraf pembuka.
e. Isi surat.
f. Paragraf penutup.
g. Salam penutup.
h. Nama dan tanda tangan pengirim surat.


Apa saja makna kata yang dibentuk dengan imbuhan ke-an dan Bagaimana cara untuk meningkatkan kecepatan membaca?

Bentuk Konfiks ke-an atau Imbuhan ke-an
Imbuhan ke-an berfungsi untuk membentuk kata benda, membentuk kata kerja pasif, dan pembentukan kata keadaan atau sifat.
Di bawah ini makna kata yang dibentuk dengan imbuhan ke-an.
1. Menyatakan tempat (sebagai pembentuk kata benda)
Contoh: kepulauan, karesidenan, kerajaan, kedutaan, dan sebagainya.
Sebagai pembentuk kata benda abstrak
Contoh: kesehatan, kemakmuran, keindahan, kepandaian, kepercayaan,
kebenaran, kebodohan, kebersihan, dan sebagainya.

2. Sebagai pembentuk kata keadaan atau sifat
Contoh: keserakahan, kegirangan, kebingungan, ketamakan, ketakutan, kebirubiruan, kehijau-hijauan, dan sebagainya.

3. Sebagai pembentuk kata kerja pasif
Contoh: kelihatan, kedengaran, kepergian, kedatangan, kehujanan, dan sebagainya

Perhatikan contoh di bawah ini!
a. Bukit itu bisa melipatgandakan kekayaan → kaya adalah kata keadaan.
b. Keserakahan akan menghancurkanmu → serakah adalah kata sifat.
c. Ketamakan dan rasa puas akan menghancurkanmu → tamak adalah kata sifat.
d. Dari kejauhan datang dengan gagahnya → jauh adalah kata keadaan.
e. Merak meninggalkan keramaian pesta → ramai adalah kata keadaan.
f. Lalu merak menceritakan maksud kedatangannya → datang adalah kata kerja.

Bagaimana cara untuk meningkatkan kecepatan membaca? Ada banyak cara untuk meningkatkan kecepatan membaca, antara lain.
1. Berlatih konsentrasi
Saat membaca, terjadi kerja sama antara mata dan otak. Jika mata atau otak tidak bekerja dengan baik, hasil membaca juga tidak baik. Oleh karena itu, konsentrasi juga perlu dilatih. Setiap orang mempunyai cara sendiri untuk membaca dengan konsentrasi. Ada orang yang dapat berkonsentrasi jika mendengarkan musik, ada pula yang lebih enak jika membaca sambil makan. Ada pula yang memilih membaca dalam suasana hening. Seorang pembaca yang terlatih dapat berkonsentrasi membaca dalam berbagai situasi. Ia dapat membaca saat suasana hening, diiringi musik, saat dalam kendaraan selama perjalanan atau dalam situasi lain.

2. Berlatih membaca dalam hati (tanpa suara)
Apakah saat membaca kita  masih bersuara? Membaca dengan bersuara merupakan kebiasaan yang kurang baik, bahkan terkadang dapat mengganggu orang lain. Misalnya saja kita  membaca di perpustakaan sambil bersuara, orang- orang yang ada di perpus-takaan itu pasti akan merasa terganggu. Selain akan mengganggu orang lain, kebiasaan tersebut juga dapat mengurangi konsentrasi sebab otak kita melakukan empat pekerjaan sekaligus. Keempat pekerjaan itu adalah membaca, bersuara, mendengar, dan memahami isi bacaan

Hal penting apa saja Agar kita dapat mengomentari cerita dongeng dan hal yang perlu kita lakukan Pada saat membaca pengumuman?

Dalam memberikan sebuah komentar terhadap suatu cerita dongeng, tidak boleh mengatakan itu baik atau buruk sebelum kita tahu mengapa itu disebut baik atau buruk. Agar kita dapat mengomentari cerita dongeng, perhatikan panduan berikut ini!
1. Judul
a. Sangat menarik.
b. Menarik.
c. Biasa.

2. Alur cerita
a. Mudah dimengerti atau dipahami.
b. Dapat dipahami tetapi kurang lancar.
c. Sulit dipahami.
 
3. Latar
a. Kejadian tergambar dengan baik (tempat, waktu, dan suasana).
b. Kurang jelas.
c. Tidak dapat terbayangkan terjadinya peristiwa.
 
4. Perwatakan
a. Tokoh digambarkan dengan jelas.
b. Tokoh dijelaskan namun kurang dimengerti.
c. Watak tokoh tidak diceritakan.

5. Bahasa
a. Mudah dipahami
b. Kurang dipahami
c. Tidak dapat dipahami
6. Nilai
a. Terdapat pelajaran berharga dan hiburan.
b. Pelajaran yang ada kurang.
c. Tidak ada pelajaran berharga yang patut ditiru.
Berdasarkan panduan tersebut, kamu dapat mengomentari cerita dongeng. Kamu
dapat juga memberikan komentarmu sendiri berdasarkan apa yang telah kamu baca tentang
cerita dongeng tersebut.

Pengertian Pengumuman
Pengumuman adalah pesan atau informasi yang disampaikan kepada umum. Tujuan pengumuman adalah untuk menyampaikan sesuatu agar diketahui oleh umum (masyarakat). Biasanya pengumuman hanya menyampaikan pesan atau informasi agar masyarakat tahu. Pada saat membaca pengumuman hal yang perlu kita  lakukan adalah memerhatikan hal-hal sebagai berikut.
a. Kejelasan
Membaca kalimat demi kalimat dengan jelas sehingga pengumuman yang kamu baca terdengar jelas dan isinya mudah dipahami.
 
b. Lafal
Lafalkan huruf atau kata dengan benar, dengan demikian kalimat yang dibaca tidak menimbulkan makna yang berbeda.
 
c. Intonasi
Tinggi rendahnya nada pada saat kamu membaca. Dengan intonasi yang tepat maksud pembicaraan akan mudah dipahami dan dimengerti.

d. Jeda
Waktu berhenti sesaat ketika kamu membaca, yang dimaksud berhenti sesaat adalah waktu kita menarik napas. Jeda juga menentukan isi saat kamu membaca pengumuman.
 
e. Volume suara
Faktor yang sangat penting saat kamu membaca atau berbicara. Pendengar tidak akan mampu memahami isi atau maksud pembaca, jika si pembaca berbicara terlalu pelan. Tempat serta suasana saat berbicara juga memengaruhi volume suara. Contoh, ketika kamu berbicara di sebuah lapangan upacara, sebaiknya kamu berbicara dengan lantang sehingga semua peserta upacara mendengarucapanmu dengan jelas.

Berikan contoh penulisan buku harian?

Menulis Buku Harian
Menulis buku harian sangat menyenangkan karena kita  dapat menuliskan dengan gaya
bahasamu sendiri.  kita tidak harus menggunakan kalimat yang baik, tetapi boleh menulis
dengan menggunakan "bahasa gaul". Penulisan buku harian sering menggunakan kalimat
ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud,
gagasan dan perasaan. Kalimat ekspresif merupakan kalimat yang spontan keluar dari pikiran
dan perasaan yang dalam.
Jika kita  menulis buku harian, cantumkan hal-hal berikut.
1. Tempat.
2. Waktu.
3. Peristiwa.
4. Perasaan yang dialami

Perhatikan beberapa contoh penulisan buku harian berikut
Solo, 29 April 2007
Diary
Hari ini aku sebel banget sama seseorang. Gimana aku nggak sebel, dia itu orangnya sombong banget sih. Bayangin aja, aku udah baik-baik menyapa dan memberikan senyuman tapi dia kok malah nggak peduli dan pergi begitu saja.
Diary
Kog ada ya orang yang seperti itu. Apa bersikap ramah kepada orang lain itu susah? Kayaknya enggak deh. Kalau dia tidak bisa ramah dan nggak pernah senyum, siapa coba yang mau berteman dengan dia? Apa dia tidak pengin punya banyak teman?
Diary ….
Pokoknya aku nggak mau lagi menyapa dia. Biarin aja dia nggak punya teman, lagian siapa yang butuh teman seperti dia? Sebel deh!


Bandung, 1 Mei 2007
Hari ini ada kejadian lucu dan memalukan yang aku alami. Pokoknya aku nggak akan pernah lupa dengan kejadian itu. Ceritanya begini, tadi sore aku diajak mama pergi belanja ke mall. Banyak banget barang yang harus dibeli, paman dan tante kan besok Minggu mau datang. Setelah hampir 2 jam berbelanja, aku mulai capai dan merasa lapar. Aku pun mengajak Mama ke KFC dulu untuk makan. "Ma, ayo kita ke KFC dulu! Udah lapar nih," ajakku sambil berjalan. Tetapi Mama menjawab, "Sebentar, sayang. Sebentar ya!"

Karena aku sudah kelaparan, tangan mama pun aku tarik sambil berkata, "Pokoknya kita makan dulu!" Aku mendengar suara Mama berkata, "Sayang, kamu mau ke mana?" Tapi aku cuek aja, yang penting makan. Tapi, kenapa suara mama terdengar makin jauh ya? Karena penasaran, aku menoleh ke belakang. Oh My God! Betapa kagetnya aku karena orang yang aku tarik ternyata bukan mama. Aduh, rasanya aku malu banget apalagi orang-orang melihat aku sambil menahan senyum. Mama yang melihat tingkahku juga tertawa sambil menghampiriku." Makanya, kalau mau narik-narik itu lihat dulu. Jangan asal tarik aja. Memangnya kamu mau ganti mama baru ya?" ledek Mama kepadaku. Aku pun cuma tersenyum sambil menahan malu. Ya, ampun! Gara-gara kelaparan, malu deh aku.


Bagaimana Menggunakan Imbuhan ber- dan Kata Dasar Bentuk ber-?

Menggunakan Imbuhan ber-
Perhatikan kalimat-kalimat berikut!
1. Dia bertekad untuk menyelesaikan sekolah.
2. Ocha dan Oche sudah bersahabat dari kecil.
3. Kami pertama kali bertemu di Kota Solo.
4. Setiap orang yang bersalah harus dihukum.
5. Hanya dengan berpasrah kepada Tuhan hidup kita damai

Kata Dasar Bentuk ber-
1. Menurut jenis katanya, dapat berupa sebagai berikut.
a. Kata benda, misalnya, telur → bertelur; anak → beranak; sahabat → bersahabat
b. Kata kerja, misalnya, kerja → bekerja; ganti → berganti; lari → berlari.
c. Kata keadaan, misalnya, sama → bersama; pasrah → berpasrah; sedih → bersedih.
d. Kata keterangan, misalnya, hati-hati → berhati-hati; ramai-ramai → beramairamai.
e. Kata bilangan, misalnya, dua → berdua; lima → berlima.
f. Kata ganti, misalnya, aku → beraku; engkau → berengkau

2. Menurut bentuknya, dapat berupa sebagai berikut.
a. Kata asal, misalnya, satu → bersatu; bahagia → berbahagia
b. Kata bersambung, misalnya, kesusahan → berkesusahan; kenalan → berkenalan.
c. Kata majemuk, misalnya, kembang biak → berkembang biak; temu pandang → bertemu pandang
d. Kata ulang, misalnya, sama-sama → bersama-sama; hati-hati → berhati-hati
e. Kelompok kata, misalnya, tanam anggrek putih → bertanam anggrek putih; kebun kopi → berkebun kopi.

Arti Bentuk ber-
1. Jika kata dasarnya berupa kata kerja
a. Dalam keadaan sedang melakukan pekerjaan, contohnya: berkumpul =
    dalam keadaan kumpul; berbicara = dalam keadaan bicara.
b. Dalam keadaan dikenai pekerjaan, contohnya: dibawanya kain berlipat; gayung    bersambut.
c. Menyatakan perbuatan berbalik kepada pelaku, contohnya: berlari = melarikan
    diri; bercukur = mencukur diri; berhias = menghias diri.
d. Menyatakan perbuatan berbalasan, contohnya: bertinju = saling tinju; berikrar = saling
    mengucap ikrar.

2. Jika kata dasarnya kata keadaan
a. Dalam keadaan, misalnya, bersuka cita = dalam keadaan sukacita; bermalas dalam keadaan malas.
b. Berusaha agar dalam keadaan, misalnya, bersiap = berusaha agar dalam keadaan siap.
c. Menjadi, misalnya, bertambah = menjadi tambah; berbaik hati = menjadi baik hati.

3. Jika kata dasarnya kata benda
a. Mempunyai, contoh: bermimpi = mempunyai mimpi; berkesempatan = mempunyai kesempatan.
b. Mengusahakan, contoh: bersawah = mengusahakan sawah; berkebun = mengusahakan kebun.
c. Memakai (mengenakan, mempergunakan, mengendarai, atau naik), contoh:
    berpakaian = mengenakan pakaian; bermotor = mengendarai motor.
d. Mencari atau mengumpulkan, contoh: berkayu = mengumpulkan kayu.
e. Menyebut atau memanggil, contoh: saya berteman saja dengan dia = memanggil teman.
f. Bekerja sebagai atau berlaku seperti, contoh: berkuli = bekerja sebagai kuli.

Arsip Blog

Iklan 300x250

Recent post

Popular Posts