Senin, 14 Maret 2016

Gurindam ialah?

Gurindam ialah puisi lama yang berisi nasihat atau sindiran dan terdiri atas dua larik yang bersajak sama. Kedua larik atau baris itu mempunyai hubungan yang erat. Hubungan antara kedua larik itu bersifat sebab akibat. Gurindam mempunyai diksi (pilihan kata) yang berhubungan dengan konteks isi. Pilihan kata yang digunakan dalam gurindam harus mencerminkan isi gurindam. Ciri-ciri gurindam seperti pada uraian di bawah ini.
1. Tiap bait terdiri atas dua baris.
2. Jumlah suku kata tiap-tiap baris tidak tetap.
3. Bersajak sama atau a a.
4. Baris ke-1 dan baris ke-2 mempunyai hubungan sebab dan akibat.
5. Kedua baris gurindam merupakan sebuah kalimat majemuk yang terdiri atas anak kalimat dan
    induk kalimat.
6. Isinya menyatakan suatu kebenaran atau sindiran untuk memberikan nasihat

Contoh gurindam
Gurindam memiliki kaitan yang erat dengan kehidupan sehari-hari. Gurindam mengandung ajaran atau nilai-nilai dalam kehidupan seharihari. Nilai-nilai tersebut berupa kebenaran atau sindiran dalam bersikap dan bertingkah laku. Nilai-nilai yang terkandung dalam gurindam tersebut dimaksudkan untuk memberi nasihat.
Contoh: Kalau bekerja terburu-buru, tentulah kerja banyak keliru

Dari contoh gurindam tersebut Anda dapat menemukan ajaran bahwa dalam melakukan suatu pekerjaan sebaiknya jangan terburuburu. Pekerjaan yang dilakukan secara terburu-buru tidak akan berhasil dengan baik karena seringkali terjadi banyak kesalahan

Sebutkan apa saja unsur-unsur drama?

Unsur-Unsur Drama
Drama naskah juga dapat disebut sastra lakon. Seperti halnya dengan puisi dan prosa, drama naskah dibangun atas unsur-unsur intrinsik. Unsur-unsur intrinsik drama naskah sebagai berikut.
1. Plot atau kerangka cerita
Plot merupakan jalinan cerita atau kerangka dari awal hingga akhir yang merupakan jalinan konflik antara dua tokoh yang berlawanan. Jalinan konflik dalam plot biasanya meliputi pelukisan awal cerita atau exposition, pertikaian awal atau komplikasi, klimaks atau titik puncak cerita, penyelesaian atau resolusi, dan penyelesaian. Drama-drama modern akan berhenti pada klimaks atau resolusi. Namun, drama tradisional perlu catastrophe atau keputusan. Dalam tahap ini masih ada ulasan penguat terhadap seluruh kisah lakon itu.Menurut Herman J. Waluyo, plot drama ada tiga jenis.
a. Sirkuler yaitu cerita berkisar pada satu peristiwa saja.
b. Linear yaitu cerita bergerak dari A—Z.
c. Episodik yaitu jalinan cerita itu terpisah kemudian bertemu pada akhir cerita.

Dalam drama naskah plot diwujudkan dalam babak dan adegan. Perbedaan babak berarti perbedaan setting baik waktu, tempat, maupun ruang.

2. Penokohan dan perwatakan
Penokohan berkaitan erat dengan perwatakan. Dalam drama naskah biasanya terdapat daftar tokoh-tokoh yang berperan dala drama itu. Daftar tokoh-tokoh itu pun dapat disertai dengan penjelasan tentang nama, umur, jenis kelamin, jabatan, dan keadaan jiwanya. Sementara itu, watak para tokoh dapat digambarkan berdasarkan keadaan fisik (misalnya umur, jenis kelamin, ciri-ciri tubuh), psikis (misalnya temperamen, keadaan emosinya), dan sosial (misalnya pekerjaan, kelas sosial). Watak tokoh-tokoh tersebut digambarkan dengan jelas dalam dialog dan catatan samping.

Berdasarkan peranannya dalam cerita terdapat tokoh-tokoh sebagai berikut.
  1. Tokoh protagonis. Tokoh ini mendukung cerita. Biasanya ada satu atau dua figur tokoh protagonis utama yang dibantu beberapa tokoh yang mendukung cerita.
  2. Tokoh antagonis. Tokoh ini menentang cerita. Biasanya ada satu atau lebih tokoh utama yang menentang cerita.
  3. Tokoh tritagonis. Tokoh ini dapat disebut sebagai tokoh pembantu baik untuk tokoh protagonis maupun untuk tokoh antagonis

3. Setting
Setting dapat disebut sebagai latar atau tempat kejadian cerita. Setting dalam drama biasanya terdiri atas tiga dimensi yaitu tempat, ruang, dan waktu. Setting dalam drama harus ditentukan dengan cermat karena harus dapat memberikan kemungkinan untuk dipentaskan. Setting tempat tidak berdiri sendiri. Setting tempat berhubungan dengan waktu dan ruang. Misalnya, bertempat di desa atau kota, di dalam rumah atau di luar rumah, pada waktu pagi, siang, atau sore hari. Sebaliknya, setting waktu juga harus berkaitan dengan setting tempat dan ruang. Dengan demikian, dapat tercipta setting yang hidup. Hal ini tentu saja berhubungan dengan kostum, tata pentas, make-up, dan perlengkapan lainnya jika drama ini dipentaskan

4. Tema
Tema adalah gagasan pokok yang terkandung dalam cerita. Tema drama dikembangkan melalui plot dan tokoh-tokoh beserta perwatakannya yang memungkinkan konflik dan diwujudkan dalam bentuk dialog. Dialog tersebut mengejawantahkan tema dari lakon. Dengan demikian, melalui dialog tokoh-tokoh drama inilah kita dapat menemukan tema dari lakon. Penafsiran terhadap tema drama antara orang yang satu dengan orang yang lain dapat berbeda. Hal ini disebabkan naskah drama bersifat multi-interpretasi. Tema juga berhubungan dengan sudut pandang mana pengarang memandang kehidupan di dunia ini. Apakah dari sudut bahagia, mencemooh, penuh harapan, ataukah kehidupan di dunia ini tidakbermakna sama sekali. Dalam menciptakan naskah drama, dasarpemikiran pengarang seringkali dipengaruhi oleh aliran filsafattertentu, misalnya aliran realisme sosial. Dalam hal ini titik berat permasalahan dalam konflik drama yang diangkat pengarang cenderung berkaitan dengan masalah sosial, seperti kemiskinan, penindasan, kepincangan sosial. Namun demikian, banyak juga pengarang yang tidak menganut aliran tertentu, yang penafsirannya sering dihubungkan dengan zaman pengarang itu hidup

Bagimana menggunakan kata adalah dan ialah?

Menggunakan Kata adalah dan ialah
Perhatikan kalimat berikut ini!
Kajian kritis itu adalah hasil analisis tajam atas terjadinya ketimpangan di masyarakat, antara masyarakat kelas atas (high class) dan kelas bawah (lower class).


Kata adalah dalam kalimat tersebut termasuk kopula. Kopula adalah verba yang menghubungkan subjek dengan komplemen. Penggunaan kata adalah dalam kalimat bahasa Indonesia muncul karena pengaruh bahasa asing, yaitu Belanda dan Inggris. Kata kopula tersebut dapat disejajarkan dengan kata is dalam bahasa Belanda dan bahasa Inggris. Adapun yang termasuk kata kopula dalam bahasa Indonesia adalah kata ialah dan merupakan.

Dalam pemakaian bahasa, kadang-kadang ditemui kesalahan dalam penggunaan kata kopula, misalnya kata kopula adalah sekaligus dengan kata merupakan. Padahal kedua kata itu sama-sama menduduki fungsi sebagai kopula dalam kalimat. Agar lebih jelas, perhatikan kalimat-kalimat berikut.

1. Perbuatan itu adalah suatu penyelewengan. (Baik)
2. Perbuatan itu merupakan suatu penyelewengan. (Baik)
3. Perbuatan itu adalah merupakan suatu penyelewengan. (Tidak baik)
Dalam penggunaannya kata kopula adalah dapat digantikan oleh kata ialah.

1. Tempatkan kata adalah, ialah, atau merupakan pada kalimat-kalimat di bawah ini!
a. KPU komisi yang mengurusi pemilihan umum.
b. Luber Jurdil prinsip kita dalam pelaksanaan pemilu.
c. Indonesia negara demokrasi yang menjunjung kebebasan warga untuk berpendapat.
d. Kemampuan berdemokrasi syarat pemimpin yang andal.
e. Salah satu persyaratan menjadi calon kepala daerah itu warga daerah tersebut

Berikan contoh teks pidato tentang komputer?

Bapak dan ibu guru yang saya hormati, serta rekan-rekan yang saya cintai.
Selamat pagi dan salam sejahtera.

Pertama-tama marilah kita mengucapkan puji syukur kepada Tuhan yang Maha Esa atas karunia dan berkat-Nya kita dapat berkumpul di tempat ini. Pada kesempatan ini perkenankanlah saya untuk menyampaikan kegunaan komputer bagi manusia.

Komputer pertama kali diciptakan oleh Charles Babbage pada tahun 1823. Seiring dengan perkembangan zaman, komputer berubah menjadi mesin pintar. Banyak sekali kegunaan komputer yang dapat mempermudah hidup kita. Tidak dapat dipungkiri bahwa komputer merupakan mesin yang dapat membantu semua pekerjaan manusia. Bahkan, dengan komputer manusia dapat memperoleh banyak hiburan. Selain itu, manusia dapat melakukan apa pun dengan komputer. Kita dapat bermain game, mendengarkan musik, menggunakan internet, menonton televisi, ataupun menonton film dengan komputer

Kemajuan teknologi komputer membawa dampak positif bagi kehidupan manusia. Komputer dapat membantu manusia untuk menyelesaikan pekerjaannya dalam waktu singkat. Misalnya, kita dapat mengetik dengan cepat. Selain itu, kita dapat menghitung data dengan cepat melalui komputer. Komputer juga dapat memberikan informasi yang kita butuhkan dengan cepat. Informasi yang kita

butuhkan dapat kita cari melalui internet. Dengan menggunakan komputer, kita dapat menghemat waktu. Selain menghemat waktu, kita juga dapat memperoleh hiburan dengan komputer. Dengan komputer kita tidak perlu membeli televisi, VCD, tape recorder, ataupun video game secara terpisah. Dengan komputer, kita dapat menghemat biaya untuk membeli barang-barang tersebut. Begitu banyak kegunaan komputer bagi kita. Maka tidak ada salahnya jika kita mulai mempelajari bagaimana menggunakan komputer. Mempelajari fasilitas apa saja yang dapat diberikan komputer. Saya berharap Bapak, Ibu, dan rekanrekan semua dapat mengambil manfaat dari komputer. Kiranya cukup sekian yang dapat saya sampaikan. Saya mohon maaf apabila ada kesalahan tutur kata dan sikap yang tidak berkenan di hati Bapak, Ibu, dan rekan-rekan.
Sekian dan terima kasih

Apa saja bagian-bagian penting surat lamaran pekerjaan?

Bagian-bagian surat lamaran pekerjaan seperti berikut.
1. Tempat, tanggal pembuatan surat
2. Jumlah berkas
3. Maksud surat
4. Alamat surat
5. Salam pembuka
6. Pembuka surat

7. Identitas
8. Pernyataan mengajukan lamaran
9. Isi
10. Kualifikasi pelamar
11. Penutup surat
12. Salam penutup
13. Tanda tangan dan nama pelamar

CONTOH SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Contoh surat lamaran pekerjaan
Selain itu, bahasa surat lamaran pekerjaan harus memenuhi aturan sebagai berikut.
1. Bahasa yang digunakan sopan dan simpatik.
2. Kalimat yang digunakan efektif dan komunikatif.
3. Menggunakan bahasa yang baku dan ejaan yang tepat.
Surat lamaran pekerjaan dapat dibuat setelah calon pelamar mendapat informasi adanya lowongan pekerjaan di perusahaan atau instansi tertentu. Informasi itu dapat diperoleh melalui media massa atau media audio visual. Selain itu, ada juga surat lamaran pekerjaan yang dibuat atas inisiatif pelamar sendiri.


Dalam karyanya, pengarang dapat menampilkan sifat atau karakter tokoh melalui?

Novel, Tema, Penokohan, Latar, Sudut Pandang
Novel adalah karya sastra yang dibangun dari dua unsur, yaitu segi intrinsik dan segi ekstrinsik. Unsur intrinsik adalah unsur-unsur yang membangun karya sastra itu sendiri. Unsur intrinsik sebuah novel adalah unsur-unsur yang turut membangun cerita. Kepaduan antarunsur intrinsik inilah yang membuat sebuah novel terwujud. Unsur-unsur intrinsik sebuah novel di antaranya adalah tema, penokohan, latar, alur, dan sudut  pandang.

Tema adalah gagasan yang mendasari sebuah karya sastra. Dalam novel, tema didukung oleh pelukisan latar atau tingkah laku dan sifat tokoh. Untuk menentukan tema novel, pembaca atau pendengar haruslah menyimpulkan keseluruhan isi cerita. Tidak hanya berdasarkan bagian-bagian tertentu cerita saja. Ada berbagai tema yang terkandung dalam novel Indonesia yang pada umumnya berhubungan dengan masalah kehidupan manusia. Misalnya, masalah percintaan menjadi tema dalam novel Azab dan Sengsara, Sitti Nurbaya, dan Pada Sebuah Kapal. Masalah religius diangkat menjadi tema novel Robohnya Surau Kami dan Kemarau.


Penokohan adalah pelukisan gambaran yang jelas tentang seseorang yang ditampilkan dalam sebuah cerita. Tokoh dalam suatu novel berperan sebagai pribadi yang utuh, lengkap dengan keadaan lahiriah dan batiniah. Oleh karena itu, tokoh dalam karya sastra novel mempunyai sifat tertentu. Ada tokoh yang mempunyai sifat pemarah, pemalu, penyabar, rajin, dan sebagainya. Dalam karyanya, pengarang dapat menampilkan sifat atau karakter tokoh melalui berbagai cara seperti berikut.

1. Penggambaran bentuk lahir tokoh
Pengarang menggambarkan karakter tokoh dari segi lahiriah yang meliputi bentuk tubuh, tingkah laku, cara berpakaian, serta apa yang  dikenakan atau apa yang dibawa.

2. Penggambaran jalan pikiran tokoh atau yang terlintas dalam pikirannya
Pengarang menggambarkan karakter tokoh melalui jalan pikiran atau  perasaan tokoh tersebut.

3. Penggambaran reaksi tokoh terhadap peristiwa-peristiwa yang terjadi
Penggambaran ini merupakan paparan tentang cara tokoh menanggapi suatu masalah atau peristiwa yang terjadi.

4. Penggambaran keadaan sekitar tokoh
Penggambaran ini merupakan paparan tentang lingkungan atau tokoh ain yang sangat berhubungan erat dengan tokoh


Dilihat dari watak dan karakternya, tokoh dapat dibedakan seperti berikut ini.
1. Tokoh antagonis
Tokoh antagonis yaitu tokoh yang menimbulkan konflik atau masalah  dalam cerita. Biasanya tokoh antagonis mempunyai watak dan perilaku yang jahat.

2. Tokoh protagonis
Tokoh protagonis adalah tokoh yang mempunyai watak baik, benar, dan tidak jahat

Dilihat dari kepentingan pengarang dalam menampilkan tokoh dalam karya sastra, tokoh dibedakan sebagai berikut
  1. Tokoh utama adalah tokoh yang mempunyai peranan yang sangat penting dalam sebuah cerita. Tokoh ini selalu hadir dalam setiap peristiwa.
  2.  Tokoh pembantu adalah tokoh yang membantu tokoh utama dalam sebuah karya sastra.
Latar atau setting adalah keterangan, petunjuk, dan pengacuan yang berkaitan dengan waktu, ruang, suasana terjadinya peristiwa dalam sebuah karya sastra. Ada tiga jenis latar dalam karya sastra novel, yaitu latar tempat, waktu, dan suasana. Selain tema, penokohan, latar, alur juga merupakan salah satu pembangun karya sastra novel. Alur adalah keseluruhan salinan peristiwa yang membentuk satu kesatuan yang disebut cerita. Ada tiga jenis alur dalam karya sastra novel.
1. Alur maju
Bagian alur yang disajikan secara berurutan dari tahap perkenalan atau pengantar, dilanjutkan tahap penampilan masalah, dan diakhiri dengan tahap penyelesaian.

2. Alur mundur
Alur disusun dengan mendahulukan tahap penyelesaian dan disusul tahap-tahap yang lain.

3. Alur gabungan
Alur ini merupakan perpaduan antara alur maju dan mundur. Susunan penyajian urutan peristiwa diawali dengan puncak ketegangan, lalu dilanjutkan dengan perkenalan, dan diakhiri dengan penyelesaian.

Sudut pandang adalah cara pengarang mengungkapkan cerita. Sudut pandang pengarang terbagi atas berikut ini.
1. Sudut pandang orang pertama pelaku utama.
Pengarang menggunakan pelaku utama sebagai orang pertama. Dalam sudut pandang tersebut, pengarang menggunakan kata ganti orang pertama, misalnya aku, saya.

2. Sudut pandang orang ketiga
Pengarang menggunakan pelaku utama sebagai orang ketiga. Dalam sudut pandang tersebut, pengarang menggunakan kata ganti orang ketiga, misalnya dia, ia, nama orang.

3. Sudut pandang serbatahu
Dalam hal ini pengarang seolah-oleh tahu banyak hal. Pengarang dapat mengemukakan segala tingkah laku atau tindak-tanduk tokoh utamanya.

Jelaskan dan berikan contoh tentang kalimat majemuk setara , bertingkat dan kalimat majemuk campuran ?

Menggunakan Kalimat Majemuk
Perhatikan kalimat berikut ini!
  1. Jangan harap seseorang yang malas untuk menggali informasi dan pengetahuan di berbagai bidang di dunia bisnis bisa dengan cepat melangkahkan kaki memulai bisnis.
  2.  Kondisi tersebut bisa terjadi karena seseorang tidak bisa menerima challenge.
Kalimat 1 merupakan contoh kalimat majemuk setara yang dihubungkan dengan kata penghubung dan. Kalimat majemuk setara adalah kalimat majemuk yang terdiri atas dua klausa atau lebih yang kedudukannya setara atau sederajat. Kalimat 1 tersebut terdiri atas dua kalimat tunggal, yaitu Jangan harap seseorang yang malas untuk menggali informasi dan Jangan harap seseorang yang malas untuk menggali pengetahuan

Kalimat 2 merupakan contoh kalimat majemuk bertingkat yang dihubungkan dengan kata penghubung karena. Kalimat majemuk bertingkat adalah kalimat majemuk yang terdiri atas dua klausa atau lebih. Klausaklausa yang membentuk kalimat majemuk ada yang berperan sebagai induk kalimat dan anak kalimat. Kalimat 2 terdiri atas dua kalimat, yaitu kondisi tersebut bisa terjadi dan seseorang tidak bisa menerima challenge dengan kata penghubung karena.

Selain kalimat majemuk setara dan bertingkat, ada pula kalimat majemuk campuran. Kalimat majemuk campuran adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa yang mempunyai hubungan setara dan hubungan bertingkat. Selanjutnya, pola kalimat majemuk campuran dibedakan atas pola atasan yang menduduki induk kalimat dan pola bawahan yang menduduki anak kalimat.

Perhatikan contoh kalimat majemuk campuran berikut
  1. Ledakan perkembangan bisnis terjadi bersamaan dengan Revolusi Industri di Inggris dan lahirnya mesin-mesin industri sehingga membuat dunia perdagangan menjadi marak. (dua pola atasan dan satu pola bawahan)
  2.  Ketika tercipta iklim persaingan antarprodusen yang tidak sehat, manipulasi mutu dan harga menyebabkan kecurangan dalam dunia bisnis.

Anda dapat mengetahui kalimat tunggal dengan cara memenggal kalimat majemuk. Ikuti langkah-langkah berikut ini.
  1.  Tentukan dahulu kata penghubung yang digunakan dalam kalimat tersebut.
  2. Pahamilah jenis kalimat majemuk tersebut. Apakah kalimat tersebut termasuk kalimat majemuk setara, bertingkat, atau campuran?
  3.  Penggallah kalimat tunggal yang terdapat dalam kalimat tersebut. Jika kalimat tersebut kalimat setara, berarti bagian-bagiannya berupa dua klausa yang sejajar. Jika kalimat tersebut berupa kalimat majemuk bertingkat, berarti bagian-bagiannya berupa induk kalimat dan anak kalimat. Jika kalimat tersebut berupa kalimat majemuk campuran, berarti bagian-bagiannya berupa hubungan setara dan bertingkat.
  4. Ingatlah bahwa dalam kalimat majemuk setara maupun bertingkat subjek, predikat, objek, ataupun keterangan sering dilesapkan.

Selasa, 08 Maret 2016

Sebutkan kiat-kiat mengubah hambatan menjadi peluang dalam menjadi penulis?

Mengubah Hambatan Menjadi Peluang
Menjadi penulis handal berawal dari langkah-langkah penuh hambatan, baik hambatan yang berasal dari dalam dirinya maupun hambatan dari luar. Tak jarang karena hambatan-hambatan itu, banyak penulis pemula atau calon penulis yang menarik diri dari dunia tulis-menulis. Berikut adalah beberapa kiat mengubah hambatan yang mungkin membelenggu atau menjadi kendala para calon penulis menjadi peluang untuk menjadi seorang penulis

1. Perkaya Sumber Inspirasi atau Imajinasi
Faktor inspirasi atau imajinasi merupakan modal awal yang sangat penting untuk mulai menulis. Sebuah tulisan akan terwujud jika kita mempunyai ide atau inspirasi dan imajinasi. Tetapi tidak perlu terlalu khawatir, inspirasi itu selalu muncul terkait dengan banyaknya aktivitas kita. Inspirasi bisa muncul ketika kita beraktivitas, misalnya ketika bermimpi, membaca buku, membaca koran, menonton TV, dan mengamati alam sekitar. Jadi, inspirasi bisa muncul di mana saja dan kapan saja.

2. Tulislah Apa yang Terpikir Saat Itu
Kesulitan mengawali sebuah tulisan merupakan masalah yang paling sering dikeluhkan oleh para penulis. Tidak saja para penulis pemula, penulis senior pun pada waktu mulai menulis sering mendapat kesulitan. Pakar penulisan selalu memberikan himbauan, “Tulislah apa saja yang dekat dengan Anda, yang terlintas dalam pikiran Anda saat itu,” kemudian lakukan revisi dan penyempurnaan

3. Jangan Menunda
Kebiasaan menunda akan menghambat aktivitas menulis. Dengan menunda berarti kehilangan kesempatan untuk menulis. Jadi, sebaiknya kita hilangkan kebiasaan menunda. Segeralah menulis apabila ada ide atau inspirasi muncul di benak kita  jangan menunda lagi


4. Jangan Ragu-ragu

Perasaan ragu pada saat akan menulis merupakan suatu kendala psikologis. Kita harus yakin, bahwa sesuatu yang akan kita tulis itu layak dan bermanfaat bagi orang lain. Keyakinan seperti itu akan memuluskan alur pengembangan inspirasi ke dalam tulisan kita. Terkait dengan ini, Wendel Holmes menyatakan bahwa apa yang ada di depan dan di belakang kita hanyalah ikhwal kecil, bila dibandingkan apa yang ada pada diri kiri kita. Kemudian, Barbara de Angelis menyatakan bahwa yang dibutuhkan untuk meraih obsesi dalam hidup ini ada dalam diri kita. Inti dari dua pendapat tersebut adalah bahwa sikap raguragu tidak memberikan kontribusi positif bagi kita.

5. Harus Bersungguh-sungguh
Kesungguhan adalah modal utama untuk menghasilkan sesuatu. Ada kemampuan tapi tidak ada kesungguhan, kemampuan itu bakal sirna. Sikap seperti ini sangat menghambat keberadaan potensi diri terutama dalam aktivitas menulis. Kesungguhan hati merefleksikan keyakinan dalam kehidupan kita dan mengokohkan kepercayaan untuk menuju hari esok yang lebih baik.

6. Jangan Mudah Putus Asa
Mudah putus asa merupakan hambatan besar bagi seseorang untuk menjadi penulis. Untuk menjadi penulis, seseorang harus bersikap optimis, yaitu dengan memandang segala sesuatu secara positif dan wajar. Penulis-penulis hebat selalu bersikap optimis guna menunjang aktivitas menulis. Bahkan, memberi motivasi jika sekali mengirim tulisan tidak diterima, yakinlah yang ketiga akan diterima, dan seterusnya

Bagaimana menulis gagasan dalam bentuk paragraf Argumentasi?

Menulis Gagasan dalam Bentuk Paragraf Argumentasi
Mengembangkan suatu paragraf argumentasi dapat dilakukan dengan beberapa pola pengembangan paragraf, salah satunya dengan pola hubungan sebab-akibat. Sebagai suatu bentuk tulisan yang bertujuan meyakinkan pembaca, apa yang diungkapkan itu merupakan suatu kebenaran, maka alasan yang kamu kemukakan harus masuk akal sehingga dapat dipahami pembaca. Pola hubungan sebab-akibat dalam pengembangan paragraf argumentasi, dilakukan dengan cara menghubungkan fakta yang satu dengan fakta yang lain. Fakta yang satu merupakan sebab fakta yang lain, sebaliknya fakta yang satu dapat merupakan akibat fakta yang lain. Ada tiga jenis hubungan sebabakibat.

1. Pola Hubungan Sebab-Akibat
Pola paragraf ini dimulai dengan menguraikan fakta-fakta penyebab, dan pada akhir paragraf merupakan kesimpulan yang menjadi akibat


Generasi muda sekarang enggan mempelajari alat-alat musik yang terbuat dari bambu seperti calung dan angklung. Hal yang lebih memprihatinkan lembaga sekolah pun sekarang jarang mengajarkan. Selain itu, sedikit sekali seniman yang mampu membuat alat musik tradisional bambu. Toko alat-alat musik jarang menyediakan alat-alat musik sejenis itu. Mereka lebih suka menjual alat-alat musik modern. Seni dan alat musik bambu sekarang menjadi sesuatu yang langka dan jarang ditemukan di negeri ini
.

2. Pola Hubungan Akibat-Sebab
Pola ini dimulai dengan menguraikan fakta yang menjadi akibat, kemudian diakhiri suatu kesimpulan penyebabnya

Saat ada berita bahwa Iwan tidak naik kelas teman-temannya sudah tidak terkejut lagi. Dalam bulan-bulan terakhir Iwan jarang masuk ke sekolah. Berapa kali ulangan dari berbagai mata pelajaran dia tidak mengikutinya. Terutama pelajaran PKn dan Agama yang selalu dianggap enteng oleh Iwan, dia mendapat nilai dibawah enam

3. Pola Hubungan Sebab – Akibat 1 – Akibat 2
Suatu sebab dapat pula menimbulkan serangkaian akibat. Akibat  pertama adalah menjadi sebab timbulnya akibat kedua. Demikianseterusnya sehingga timbul rangkaian beberapa akibat.


Contoh
(1) Krisis bahan bakar menambah parahnya inflasi. (2) Dalam waktu singkat, harga bahan bakar naik dua kali lipat. (3) Ongkos produksi pun ikut naik karena banyaknya pengguna bahan bakar. (4) Maka harga keperluan hidup pun mencekik leher

Senin, 07 Maret 2016

Apa Gagasan-gagasan pendukung atau penjelas dalam paragraf deduktif?

Paragraf Deduktif
Membaca intensif teks atau naskah adalah menelaah dengan teliti teks atau bacaan. Idealnya, membaca intensif membutuhkan teks yang terdiri atas 500-an kata, dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit dengan kecepatan kira-kira 5 kata dalam 1 detik. Dengan cara membaca intensif, Anda dapat menentukan jenis suatu paragraf, apakah paragraf itu berjenis induktif atau berjenis deduktif? Untuk menentukan jenis-jenis paragraf, Anda harus mengetahui ciri-ciri jenis paragraf tersebut. Tahukah Anda, apa saja ciri-ciri paragraf deduktif?

Paragraf deduktif dimulai dengan mengemukakan pernyataanpernyataan umum, kemudian diuraikan menjadi pernyataan-pernyataan khusus. Jadi, pernyataan umum dalam paragraf deduktif menjadi gagasan utama (kesimpulan), sedangkan pernyataan-pernyataan khusus menjadi gagasan pendukung (penjelas). Gagasan-gagasan pendukung atau penjelas dalam paragraf deduktif dapat berupa alasan, rincian, contoh ataupun gabungan dari ketiganya. Diagram penalaran deduktif sebagai berikut
Contoh:
Kemiskinan menghimpit dan membuat banyak orang sulit keluar dari masalah ini. Kemiskinan disebabkan oleh tidak adanya lapangan pekerjaan sehingga membuat orang tidak memiliki pendapatan. Selain itu, harga sembilan bahan pokok terus meningkat disertai adanya peningkatan biayabiaya lain, seperti biaya transportasi, listrik, dan sekolah.

Gagasan-gagasan pendukung atau penjelas dalam deduktif bisa berupa alasan, rincian, ataupun contoh bisa juga kombinasi dari ketiganya. Paragraf di atas merupakan paragraf deduktif yang menggabungkan alasan dan rincian sebagai contoh

Bagaimana tata cara mengajukan kritik dan saran?

Cara Mengajukan Kritik dan Saran
Saat mendengarkan tuturan langsung, Anda dapat memberikan saran terhadap orang yang memberikan informasi ataupun isi informasi yang disampaikan. Saran yang Anda berikan dapat digunakan untuk perbaikan informasi yang disampaikan.
 
Contoh saran:
Sebaiknya masyarakat tidak hidup tergantung pada bantuan pemerintah. Selain itu, pemerintah harus berupaya membuka lapangan pekerjaan agar masyarakat mau bekerja.

Ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam mengungkapkan kritik dan saran.
1. Menyimak dengan saksama informasi yang disampaikan dari awal hingga akhir.
2. Sambil mendengarkan, mencatat pokok-pokok informasi yang disampaikan, seperti:
a. sesuatu yang diinformasikan;
b. orang yang diinformasikan;
c. tempat sesuatu yang diinformasikan terjadi;
d. waktu yang diinformasikan terjadi;
e. penyebab sesuatu yang diinformasikan terjadi; serta
f. proses sesuatu yang diinformasikan terjadi.
3. Mencatat hal-hal yang hendak diberi kritikan atau saran.
4. Mengemukakan kritikan atau saran dengan bahasa yang baik dan jelas.
5. Berikan pula argumen untuk memperkuat saran atau kritikan yang Anda ungkapkan

6. Jika kritikan atau saran disampaikan secara lisan, perlu diperhatikan hal-hal berikut
  1.  Kemukakan kritikan dan saran dengan bahasa yang baik, nada yang biasa, tidak terkesan menentang dan mengejek, dan tidak perlu tergesa-gesa
  2.  Jika memang diperlukan untuk memperjelas maksud, bisa diberikan penekanan-penekanan pada bagian-bagian yang dimaksud.

Bagaimana menyusun karangan deduksi?

Langkah-Langkah Menyusun Karangan Deduksi
Sukakah Anda mengarang? Bagi sebagian anak menganggap bahwa mengarang itu sulit. Namun, sebenarnya tidaklah demikian asal rajin berlatih. Anda tentu telah mengenal berbagai macam bentuk karangan. Bentuk karangan itu meliputi narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Setiap jenis karangan itu dapat dikembangkan dengan pola pengembangan tertentu. Pada kesempatan ini Anda akan belajar menyusun karangan dengan pola pengembangan deduksi. Pola pengembangan deduksi adalah pola pengembangan paragraf yang meletakkan pikiran utama atau gagasan pokok pada awal paragraf. Paragraf disusun mula-mula dengan mengemukakan pokok persoalan, lalu disusul uraian-uraian yang terperinci. Gagasan utama pada awal paragraf tersebut dapat terletak pada kalimat pertama atau kedua. Kalimat pertama atau kedua itu dapat disebut sebagai kalimat utama. Sementara itu, kalimat-kalimat lain dipusatkan untuk memperjelas gagasan utama. Kalimat-kalimat lain ini dapat disebut sebagai kalimat penjelas. Perhatikan contoh paragraf berpola deduksi berikut!


Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk di bumi. Tanpa air makhluk bumi tidak akan dapat bertahan hidup. Sebaliknya, dengan air manusia, hewan, dan tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Melihat kenyataan itu, sudah sepantasnya manusia menjaga air dari pencemaran lingkungan.


Kalimat pertama dalam paragraf tersebut dapat disebut sebagai kalimat utama. Dalam kalimat utama inilah terkandung gagasan utama atau pikiran utama paragraf tersebut. Lalu, bagaimanakah menyusun karangan dengan pola pengembangan deduktif itu? Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum menyusun karangan.
1. Menentukan Topik atau Tema
Topik atau tema menjiwai sebuah karangan. Topik harus dijabarkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi benang merah karangan dari awal sampai akhir. Sebaiknya ruang lingkup topik karangan tidak terlalu luas agar karangan tidak menjadi dangkal dan melebar.
 
2. Menentukan Ide Pokok
Ide pokok karangan merupakan pokok pikiran yang mendasari karangan. Ide pokok karangan merupakan kesimpulan karangan.
 
3. Mengumpulkan Bahan
Data sangat diperlukan sebagai bahan untuk mengembangkan gagasan-gagasan yang ada dalam sebuah karangan. Data adalah keterangan yang menyangkut fakta tentang sesuatu. Untuk mengumpulkan data, kita dapat melakukan upaya sebagai berikut.
a. Mengingat-ingat kembali pengalaman yang telah dialami.
b. Mengadakan pengamatan dan penelitian di lapangan.
c. Membaca buku, majalah, atau artikel.
d. Mengutip pendapat orang lain.
e. Mencari informasi dari orang, instansi, atau lembaga yang berwenang.


4. Menyusun Kerangka

Kerangka karangan merupakan rencana kerja yang memuat garisgaris besar atau susunan pokok pembicaraan sebuah karangan yang akan ditulis. Dengan kerangka karangan ini, tidak akan terjadi pembicaraan yang tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu. Selain itu, penyimpangan-penyimpangan dari topik pun dapat dihindarkan. Tahap-tahap menyusun kerangka karangan sebagai berikut.
a. Merumuskan ide pokok secara jelas.
b. Mencatat semua ide yang timbul dari pikiran.
c. Menyusun ide-ide dalam struktur yang baik dan benar

5. Mengembangkan Kerangka
Semua gagasan yang terorganisasi dalam kerangka dan sudah dilengkapi dengan data yang menunjang karangan dikembangkan menjadi kalimat-kalimat yang efektif

Contoh Proposal Kegiatan Penelitian Air Sungai

Proposal Kegiatan Penelitian Air Sungai
A. Rumusan Permasalahan
Sudah sepuluh tahun terakhir warga Simongan, Semarang Barat, tidak lagi menggunakan air dari Perusahaan Daerah Air Minum Semarang untuk memasak. Mereka meragukan kebersihannya. Rasa air itu payau dan agak berbau.
Daerah Simongan merupakan kawasan industri. Pabrik berat seperti baja ada di lingkungan tersebut. Akibatnya, serbuan polusi air dan udara tidak terbendung lagi menyerang keseharian warga. Apalagi beberapa sungai yang menjadi sumber air PDAM telah tercemar logam berat. Masalah pencemaran, terutama di Kawasan Sungai Garang dan Terboyo sudah menjadi keprihatinan para ahli lingkungan Semarang sejak akhir 1980-an. Dalam penelitian dari tahun 1980-an – 2003 terdapat 1.229 pabrik berdiri di sepanjang aliran Sungai Simongan. Hampir semua pabrik membuang limbah ke sungai tersebut. Selain itu, penduduk sekitar turut membuang sampah di sungai tersebut. Akibatnya, mendekati hilir permukaan sungai menjadi keruh dan berbau. Pencemaran tersebut telah merusak ekosistem dan biota air sungai. Penduduk Semarang kehilangan makanan favorit, yaitu sate kerang dara, yang semula kerang tersebut hidup di sungai itu.

B. Saran Pemecahan dan Usulan
Berkaitan dengan permasalahan tersebut, salah satu cara mengatasi pencemaran polusi yaitu dengan tanaman air eceng gondok. Eceng gondok tersebut sebagai biofilter untuk logam berat. Sel-sel pada akar, batang, dan daunnya lebih rapat dan responsif mengisap racun. Selain itu, eceng gondok juga tidak dikonsumsi manusia sehingga tidak membahayakan. Tanaman lain yang dapat menyerap racun yaitu kangkung dan talas air.

C. Teknik Pelaksanaan
Berikut langkah-langkah kerja yang akan dilaksanakan dalam penelitian

D. Pelaksanaan
Langkah pelaksanaan penelitian air sungai sebagai berikut
  1.  Meneliti sejumlah tumbuhan air yang mempunyai kemampuan menyerap racun, yaitu eceng gondok, kangkung, dan talas air. Pilihan jatuh pada eceng gondok. Sel-sel pada akar, batang, dan daunnya lebih rapat dan responsif mengisap racun. Selain itu, eceng gondok juga tidak dikonsumsi manusia.
  2.  Menjaring berbagai referensi penelitian tentang tingkat pencemaran logam berat di sungai.
  3.  Mengambil 40 liter air sampel Sungai Terboyo dari lima titik lokasi. Hal serupa juga dilakukan untuk Sungai Garang.
  4. Menyiapkan tiga drum air. Dua drum berisi air dari Sungai Terboyo dan Sungai Garang. Drum satunya berisi air murni
  5.  Ketiga drum air diisi eceng gondok dan dibiarkan selama satu bulan

E. Anggaran
(Tentukan menurut kebutuhan)
F. Penutup
Demikian proposal ini saya ajukan.

Rabu, 02 Maret 2016

Bagaimana cara membuat proposal program kegiatan sekolah?

Di setiap sekolah selalu ada program kegiatan sekolah.
Program kegiatan sekolah itu, misalnya Karya Ilmiah Remaja (KIR), studi banding, study tour, pecinta alam. Sebelum program kegiatan itu dilaksanakan, biasanya membuat usulan atau proposal kegiatan dahulu. Usulan atau proposal adalah rencana yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja. Proposal diajukan dengan tujuan untuk mendapat persetujuan atau izin atas kegiatan yang akan dilaksanakan. Namun, kadang kala proposaldiajukan dengan tujuan untuk mendapatkan bantuan dana. Pembuat proposal harus dapat merangkaikan hal atau masalah yang diusulkan dalam proposal dengan baik. Proposal yang dibuat harus memuat unsur-unsur berikut ini

1. Rumusan Permasalahan
Rumusan permasalahan berisi latar belakang permasalahan yang dihadapi dan menunjukkan pentingnya permasalahan tersebut untuk segera diselesaikan.
2. Saran Pemecahan dan Pengajuan Usulan
Saran pemecahan merupakan inti atau sasaran utama dari setiap proposal. Dalam bagian ini penyusun berusaha menyajikan jalan keluar atas masalah yang dihadapi. Kemudian, jalan keluar yang telahdiuraikan tersebut dirumuskan dalam bentuk usulan yang berupakegiatan. Untuk mencapai tujuan seperti yang diungkapkan dalam usulan tersebut, penyusun dapat memberi penjelasan secara singkat mengenai kegiatan yang akan dilaksanakan.
3. Teknik Pelaksanaan
Teknik pelaksanaan adalah cara menyelesaikan permasalahan yang diajukan dalam proposal. Teknik pelaksanaan ini dimaksudkan untuk mencapai hasil yang diharapkan. Selain itu, juga untukmeyakinkan penerima proposal bahwa permasalahan tersebut dapatdisampaikan secara logis dan tepat guna.
4. Pelaksanaan kegiatan
Pada bagian ini penyusun proposal menyajikan jadwal atau pelaksanaan program kerja. Dengan begitu, penerima proposal dapat mempunyai gambaran tentang kegiatan sejak awal hingga akhir.
5. Anggaran
Anggaran adalah biaya yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan yang diungkapkan dalam proposal. Penyusun proposal dapat menyajikan anggaran yang diperlukan untuk menyelesaikan permasalahan tersebut.
6. Penutup
Bagian ini berisi tempat, tanggal penyusunan proposal, dan penanggung jawab proposal.

Jelaskan Langkah-Langkah Menulis Cerpen dan contohnya?

Langkah-Langkah Menulis Cerpen
Sebuah cerpen ditulis dengan langkah-langkah sebagai berikut.
1. Mengadakan observasi atau pengamatan 
Observasi dapat dilakukan dengan mengadakan pengamatan secara langsung. Selain itu, observasi dapat dilakukan dengan mengingat atau mendengarkan kejadian yang dilakukan oleh orang lain.
Contoh:
Teman Anda menceritakan peristiwa yang terjadi di pegunungan saat
ia berlibur. Pegunungan itu dapat dijadikan latar tempat dalam cerpen
Anda.
 
2. Menentukan tema
Tema cerpen sering disebut ide cerpen. Tema dapat Anda tentukan dari hasil observasi yang telah dilakukan, misalnya kehidupan di pegunungan.
 
3. Menentukan latar
Seluruh hasil observasi yang telah dilakukan dapat Anda gunakan untuk menciptakan latar. Latar yang Anda buat harus sesuai dengan tema yang Anda tentukan. Anda juga harus ingat bahwa latar terdiri atas latar tempat, latar waktu, dan latar suasana.
Contoh:
latar tempat : di pegunungan
latar waktu : senja hari
latar suasana : menyenangkan


4. Menciptakan tokoh
Anda dapat menciptakan tokoh dari orang-orang yang diceritakan oleh teman Anda atau orang-orang yang mengalami peristiwa yang Anda lihat. Anda dapat mengganti nama tokohnya. Anda harus menentukan tokoh utama dalam cerpen yang akan Anda buat. Jangan lupa, Anda juga harus menentukan watak dan bentuk fisik tokoh-tokoh yang Anda ciptakan.
Contoh:
Tokoh utama: Ida
Ida seorang siswa SMA yang peduli dengan lingkungan. Ia seorang wanita yang berumur tujuh belas tahun yang berambut panjang dan lurus. Kulitnya yang putih dan halus menambah kecantikannya

5. Menciptakan konflik
Konflik adalah pertentangan atau ketegangan dalam sebuah cerpen. Konflik dapat mengangkat masalah yang terjadi dalam peristiwa yang diceritakan teman Anda atau masalah yang terjadi dalam peristiwa yang Anda lihat. Misalnya, Anda melihat pertengkaran antaranak. Anda dapat mengangkat penyebab pertengkaran itu menjadi sebuah konflik dalam cerpen.
 
6. Menentukan sudut pandang
Sudut pandang yang akan Anda gunakan harus sesuai dengan cara Anda menceritakan tokoh utama.
Contoh:
Sudut pandang persona ketiga ”ia

7. Menentukan alur
Untuk mempermudah menuliskan cerita ke dalam cerpen, Anda harus menentukan alur. Anda akan menggunakan alur maju, alur mundur, ataukah alur campuran.
 
8. Menulis cerpen
Kembangkanlah tema yang telah Anda tentukan menjadi sebuah cerpen. Cerpen yang Anda tulis harus memuat latar, tokoh, konflik, sudut pandang, dan alur yang telah Anda tentukan. Gunakanlah katakata sederhana dan komunikatif. Perhatikan pula ejaan dan pilihan kata yang Anda gunakan.

9. Menentukan judul
Judul dapat Anda tentukan saat akan menulis atau sesudah menulis. Judul cerpen harus sesuai dengan tema dan peristiwa-peristiwa cerpen.
Contoh:
Tema cerpen : kehidupan di pegunungan
Judul cerpen : Senja di Pegunungan

Iklan 300x250

Recent post

Popular Posts