Langkah-Langkah Menyusun Karangan Deduksi
Sukakah Anda mengarang? Bagi sebagian anak menganggap bahwa mengarang itu sulit. Namun, sebenarnya tidaklah demikian asal rajin berlatih. Anda tentu telah mengenal berbagai macam bentuk karangan. Bentuk karangan itu meliputi narasi, deskripsi, eksposisi, argumentasi, dan persuasi. Setiap jenis karangan itu dapat dikembangkan dengan pola pengembangan tertentu. Pada kesempatan ini Anda akan belajar menyusun karangan dengan pola pengembangan deduksi. Pola pengembangan deduksi adalah pola pengembangan paragraf yang meletakkan pikiran utama atau gagasan pokok pada awal paragraf. Paragraf disusun mula-mula dengan mengemukakan pokok persoalan, lalu disusul uraian-uraian yang terperinci. Gagasan utama pada awal paragraf tersebut dapat terletak pada kalimat pertama atau kedua. Kalimat pertama atau kedua itu dapat disebut sebagai kalimat utama. Sementara itu, kalimat-kalimat lain dipusatkan untuk memperjelas gagasan utama. Kalimat-kalimat lain ini dapat disebut sebagai kalimat penjelas. Perhatikan contoh paragraf berpola deduksi berikut!
Air adalah sumber kehidupan bagi makhluk di bumi. Tanpa air makhluk bumi tidak akan dapat bertahan hidup. Sebaliknya, dengan air manusia, hewan, dan tumbuhan dapat tumbuh dan berkembang dengan sehat. Melihat kenyataan itu, sudah sepantasnya manusia menjaga air dari pencemaran lingkungan.
Kalimat pertama dalam paragraf tersebut dapat disebut sebagai kalimat utama. Dalam kalimat utama inilah terkandung gagasan utama atau pikiran utama paragraf tersebut. Lalu, bagaimanakah menyusun karangan dengan pola pengembangan deduktif itu? Berikut ini beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum menyusun karangan.
1. Menentukan Topik atau Tema
Topik atau tema menjiwai sebuah karangan. Topik harus dijabarkan dengan sebaik-baiknya serta menjadi benang merah karangan dari awal sampai akhir. Sebaiknya ruang lingkup topik karangan tidak terlalu luas agar karangan tidak menjadi dangkal dan melebar.
2. Menentukan Ide Pokok
Ide pokok karangan merupakan pokok pikiran yang mendasari karangan. Ide pokok karangan merupakan kesimpulan karangan.
3. Mengumpulkan Bahan
Data sangat diperlukan sebagai bahan untuk mengembangkan gagasan-gagasan yang ada dalam sebuah karangan. Data adalah keterangan yang menyangkut fakta tentang sesuatu. Untuk mengumpulkan data, kita dapat melakukan upaya sebagai berikut.
a. Mengingat-ingat kembali pengalaman yang telah dialami.
b. Mengadakan pengamatan dan penelitian di lapangan.
c. Membaca buku, majalah, atau artikel.
d. Mengutip pendapat orang lain.
e. Mencari informasi dari orang, instansi, atau lembaga yang berwenang.
4. Menyusun Kerangka
Kerangka karangan merupakan rencana kerja yang memuat garisgaris besar atau susunan pokok pembicaraan sebuah karangan yang akan ditulis. Dengan kerangka karangan ini, tidak akan terjadi pembicaraan yang tumpang tindih pada bagian-bagian tertentu. Selain itu, penyimpangan-penyimpangan dari topik pun dapat dihindarkan. Tahap-tahap menyusun kerangka karangan sebagai berikut.
a. Merumuskan ide pokok secara jelas.
b. Mencatat semua ide yang timbul dari pikiran.
c. Menyusun ide-ide dalam struktur yang baik dan benar
5. Mengembangkan Kerangka
Semua gagasan yang terorganisasi dalam kerangka dan sudah dilengkapi dengan data yang menunjang karangan dikembangkan menjadi kalimat-kalimat yang efektif
Senin, 07 Maret 2016
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Label
Mengenai Saya
Arsip Blog
-
▼
2016
(34)
-
▼
Maret
(15)
- Gurindam ialah?
- Sebutkan apa saja unsur-unsur drama?
- Bagimana menggunakan kata adalah dan ialah?
- Berikan contoh teks pidato tentang komputer?
- Apa saja bagian-bagian penting surat lamaran peker...
- Dalam karyanya, pengarang dapat menampilkan sifat ...
- Jelaskan dan berikan contoh tentang kalimat majemu...
- Sebutkan kiat-kiat mengubah hambatan menjadi pelua...
- Bagaimana menulis gagasan dalam bentuk paragraf Ar...
- Apa Gagasan-gagasan pendukung atau penjelas dalam...
- Bagaimana tata cara mengajukan kritik dan saran?
- Bagaimana menyusun karangan deduksi?
- Contoh Proposal Kegiatan Penelitian Air Sungai
- Bagaimana cara membuat proposal program kegiatan s...
- Jelaskan Langkah-Langkah Menulis Cerpen dan contoh...
-
▼
Maret
(15)
Iklan 300x250
Recent post
Categories
Popular Posts
-
Klasifikasi Kata Berdasarkan Kelas Kata Dalam sebuah bacaan, terkandung banyak unsur bahasa yang berkaitan dengan makna kata dan ruang ling...
-
Contoh pidato perpisahan 1 Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh. Kepada yang kami hormati Bapak Kepala Sekolah beserta wakil Yang ka...
-
Kalimat Tanya Retorik Kalimat tanya retorik ialah kalimat tanya yang tidak memerlukan jawaban atau tidak mengharuskan adanya jawaban. Kalima...
-
Hal-Hal yang Perlu Ditanggapi Saat Mendengarkan Pembacaan Puisi Hal-hal yang perlu ditanggapi saat mendengarkan pembacaan puisi sebagai beri...
-
Surat merupakan salah satu alat komunikasi yang masih banyak digunakan. Ada dua macam jenis surat, yaitu surat kedinasan dan surat pribadi. ...
-
Mengenal Kalimat Bernalar Penalaran adalah suatu proses berpikir untuk menghubung-hubungkan fakta yang ada sehingga sampai pada suatu simpul...
-
Membedakan makna konotatif – denotatif Kata pada umumnya mengacu pada pengertian dasar (denotasi) tertentu. Kata wanita, misalnya, memiliki ...
-
Pengertian dan Fungsi Kalimat Tanya Kalimat tanya adalah kalimat yang disampaikan dengan maksud mendapat jawaban berupa informasi, penjelasa...
-
Kutipan langsung yang panjangnya tidak lebih dari empat baris Sebuah kutipan langsung yang jumlah barisnya tidak lebih dari empat baris ke...
-
Mengenal Bentuk Perintah Kerja Tertulis Dalam dunia kerja, perintah sudah menjadi bagian keseharian dalam proses kerja sekaligus menjadi ja...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar