Minggu, 06 Desember 2015

Apa saja pokok-pokok sasaran yang dijadikan sasaran dalam meresensi buku ?

Pokok-Pokok Resensi
Teks tersebut merupakan resensi buku kumpulan cerpen. Asal kata resensi berasal dari bahasa Belanda resensie atau bahasa latin resenseo yang berarti ulasan atau uraian tentang buku, film, drama, teater, ataupun kaset. Ulasan resensi bersifat informatif mengenai pertimbangan mutu, baik, atau buruk sebuah buku. Resensi buku bertujuan memberikan rangsangan kepada pembaca agar membaca dan memiliki buku tertentu. Di samping itu, resensi buku dapat membantu penerbit atau pengarang untuk memperkenalkan buku yang baru diterbitkan. Agar mampu menulis resensi Anda harus mengetahui pokok-pokok isi resensi.

Pokok-pokok yang dijadikan sasaran dalam meresensi buku sebagai berikut.

1. Identitas Buku
Identitas buku meliputi judul, nama pengarang, nama penerbit, tempat dan tahun terbit, cetakan, serta tebal buku.

2. Pembuka Resensi
Kegiatan menulis resensi dapat dilakukan dengan mengutip paragraf dalam buku. Kutipan ini sebagai landasan berpikir. Penulis juga dapat mengemukakan tema buku secara singkat yang dilengkapi dengan deskripsi isi buku dan memperkenalkan kepengarangan (nama, ketenaran, hasil karya, ataupun proses kreatifnya).
 

3. Macam atau Jenis Buku
Penulis resensi menunjukkan jenis buku yang diulas kepada pembaca. Dengan kata lain, ia harus mengklasifikasi buku itu dalam kelas atau kelompok buku tertentu, misalnya fiksi dan nonfiksi.

4. Keunggulan Buku
Penulis resensi mengemukakan segi-segi menarik dari buku tersebut. Penulis dapat menguraikan hal-hal berikut

a. Organisasi Buku
Organisasi buku meliputi kerangka buku, hubungan antara satu bagian dengan bagian yang lain. Jadi, ada kepaduan, kejelasan,dan memperlihatkan perkembangan yang logis.

b. Isi Buku
Isi buku menyangkut paparan dan rincian buku, serta adanya
kesimpulan umum. Buku dikatakan berkualitas jika organisasi dantema terangkai padu, baik, dan benar.

c. Bahasa
Penggunaan bahasa yang baik dapat dinilai dari segi struktur kalimat, hubungan antarkalimat, dan diksi atau pilihan kata. Selain itu, perlu pembedaan antara penggunaan bahasa untuk buku ilmiah dan buku fiksi sastra. Bahasa dalam buku ilmiah bersifat denotatif, satu penafsiran, sedangkan bahasa fiksi sastra bersifat konotatif untuk mengembangkan daya imajinasi

5. Kelemahan Buku
Resensi buku juga menguraikan kelemahan buku. Kelemahan ini meliputi cacat fisik (kelengkapan halaman, konsistensi penulisan, kualitas penjilidan) dan pembahasan yang tidak sistematis. Sisi kelemahan bisa disesuaikan dengan tema yang mengikat buku tersebut.

6. Nilai Buku
Apabila penulis resensi telah memberikan gambaran mengenai latar belakang buku dan mengemukakan pokok-pokok yang menjadi sasaran ulasan, penulis resensi telah menilai buku. Nilai sebuah buku akan lebih jelas jika dibandingkan dengan karya lain.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Iklan 300x250

Recent post

Popular Posts